alexametrics

Sang Anak Rilis Single, Purwacaraka Enggan Masuki Wilayah Kreatif

loading...
Sang Anak Rilis Single, Purwacaraka Enggan Masuki Wilayah Kreatif
Penyanyi Andrea Miranda merilis single berjudul Perahu di Atas Bukit, yang dikerjakan bareng suaminya, Amir Gita Pradana. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Penyanyi Andrea Miranda merilis single berjudul "Perahu di Atas Bukit", yang dikerjakan bareng suaminya, Amir Gita Pradana. Andrea menciptakan lagunya, sedangkan sang suami mengaransemen musik dan memproduksinya.

Putri kandung musisi kondang Purwacaraka itu mengungkapkan bahwa lagu tersebut ditulis berdasarkan pengalaman pribadinya. "Dari segi inspirasi lirik, ini dari pengalaman pribadi," ungkap Andrea Miranda kepada SINDO usai launching single-nya di kawasan Cipete, baru-baru ini.

"Aku pernah ngerasa orang di sekitar saya bisa bergerak maju lebih cepat. Saya ngerasa kok saya lambat banget. Kemudian saya sadar cepat atau lambat jalan hidup kita itu yang menentukan kita sendiri, bukan orang lain jadi lagu ini bisa menjadi motivasi bagi orang yang mendengar untuk mencari jalan keluar dari setiap masalah yang dia temui," jelas wanita kelahiran 14 Februari 1986.



Bersama sang suami, Andrea bercerita jika proses pembuatan "Perahu di Atas Bukit" dilakukan dengan mencicil. Selain itu, judulnya juga dipilih berdasarkan pengalaman dirinya, karena ketertarikannya melihat perahu di atas bukit saat dia bersama sang suami berkunjung ke Nusa Penida.

Sementara itu, Amir mengaku, sering berbentrokan mengenai konsep, sehingga membuatnya beberapa kali cekcok dengan Andrea dalam pembuatan single tersebut. "Kendala produksi enggak ada tapi kalau berantem pasti, seringnya secara konsep. Karena Dea itu kan tipenya musikal banget. Masalah lirik, aransemen, musiknya," katanya.

"Namun kami coba membawa musik ke lebih modern. Tapi juga tidak menghilangkan orkestranya dan disini semacam proyek KKN karena mama saya yang main piano," lanjut dia.

Sejak awal kariernya, Andrea fokus pada genre musikal yang megah dengan balutan orkestrasi. Dan pada "Perahu di Atas Bukit", genre tersebut bakal terasa lebih modern berkat input dari alat musik seperti electronic synth hingga drum machine yang tebal. Namun, di atas itu semua, tentunya refrain yang catchy dan easy listening masih jadi senjata andalan utama untuk merebut hati pecinta musik.

Di sisi lain, sebagai guru dan orang tua, Purwacaraka mengutarakan jika tidak ingin membatasi anaknya dalam berkreativitas. Dirinya hanya berpesan untuk selalu serius dalam menghasilkan karya yang bagus. Selain itu Purwacarakan akan selalu mendukung karya-karya yang dibuat oleh putrinya.

"Kita tidak ingin masuk ke wilayah kreatifnya. Karena takutnya membatasi kreativitas mereka. Jangan sampai mereka merasa ada di bawah bayang-bayang orang tua," tukas maestro musik Indonesia tersebut.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak