alexametrics

Tidur Nyenyak Tingkatkan Kekebalan Tubuh

loading...
Tidur Nyenyak Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Tidur nyenyak tak hanya membuat badan terasa segar saat bangun pagi, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. Hal itu berdasarkan penelitian di Jerman. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Tidur sangat penting untuk kesehatan mental dan fisik. Hal itu telah disorot oleh berbagai penelitian. Namun, sebuah penelitian terbaru telah menemukan hubungan antara tidur dan sistem kekebalan tubuh.

University of Tübingen di Jerman menemukan bahwa tidur malam yang baik dapat meningkatkan efektivitas sel-sel kekebalan khusus tertentu yang disebut sel T. Penelitian yang telah diterbitkan dalam Journal of Experimental Medicine ini mencoba menjelaskan apa yang menjadi inti dari hubungan antara tidur dan pertahanan tubuh terhadap infeksi.
“Sel-sel kekebalan ini mengenali patogen kemudian mengaktifkan integrin yang merupakan jenis protein yang memungkinkan sel T untuk melekat dan mengatasi target mereka. Para peneliti mencatat bahwa sedikit yang diketahui tentang bagaimana sel T mengaktifkan integrin, serta apa yang dapat mencegah sel-sel ini menempel pada target yang berpotensi dikompromikan,” tulis laporan di Medical News yang dilansir The Indian Express.

Untuk tujuan penelitian, agonis reseptor alfa berpasangan Gs (agonis reseptor gas berpasangan) yang menandakan molekul yang banyak di antaranya memiliki kemampuan untuk memblokir aksi sistem kekebalan tubuh. Ditemukan bahwa beberapa agonis reseptor Gas-coupled memblokir sel T dari mengaktifkan integrin sehingga bisa mencegah menempel pada target.



"Tingkat molekul-molekul ini diperlukan untuk menghambat aktivasi integrin," kata rekan penulis studi Stoyan Dimitrov. (Baca juga: 7 Cara Cepat Menurunkan Berat Badan).

jalur ini karena itu dapat berkontribusi pada penekanan kekebalan yang terkait dengan patologi ini. Karena tingkat adrenalin dan prostaglandin cenderung turun selama tidur, para ilmuwan memilih untuk melangkah lebih jauh dan mempelajari fenomena ini secara lebih rinci pada partisipan manusia. Mereka mengambil sel T dari beberapa sukarelawan yang tidur dan beberapa yang tetap terjaga,” tambahnya.

Setelah menganalisis sampel ini, Dimitrov dan tim melihat bahwa sel T dari orang yang tidur memiliki tingkat aktivasi integrin yang lebih tinggi dibandingkan dengan sel yang sama yang diambil dari orang dalam keadaan terjaga.

“Temuan kami menunjukkan bahwa tidur berpotensi meningkatkan efisiensi respons sel T yang sangat relevan, mengingat tingginya prevalensi gangguan tidur dan kondisi yang ditandai dengan gangguan tidur, seperti depresi, stres kronis, penuaan, dan kerja shift, jelas rekan penulis studi Luciana Besedovsky.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak