alexametrics

Review Film Wonder Park

loading...
Review Film Wonder Park
Keceriaan, keriangan, kegembiraan sebuah taman hiburan yang dicampur dengan momen emosional yang menyentuh membuat Wonder Park menjadi tontonan alternatif. (OwlKids)
A+ A-
JAKARTA - Dunia anak-anak adalah dunia imajinasi. Namun, sosok ibu tetap menjadi segalanya bagi mereka. Ini adalah sosok inspirasi, pelindung dan juga bisa menjadi teman baik. Kepergian seorang ibu bisa sangat mempengaruhi kehidupan seorang anak.

Pesan inilah yang diangkat Paramount Pictures di film animasi terbaru mereka, Wonder Park. Film animasi ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama June Bailey yang memiliki imajinasi tentang sebuah taman hiburan bernama Wonderland.

Sejak berusia 5 tahun, June punya imajinasi tentang taman impian tersebut. Taman itu ada di sebuah tempat di mana pengelolanya adalah hewan-hewan lucu seperti beruang biru bernama Boomer, babi hutan bernama Greta, landak bernama Steve dan berang-berang bersaudara bernama Gus dan Cooper. Wonderland bisa sangat maju dan menarik berkat ide dan inovasi yang dilakukan Peanut, seekor simpanse, dengan spidol ajaibnya.



Ketika June punya imajinasi tentang wahana baru di Wonderland, dia akan mengatakannya kepada sang ibu. Keduanya kemudian akan membisikkan ide itu ke telinga boneka simpanse milik June bernama Peanut. Di dunia imajinasi June, Peanut berubah menjadi simpanse sungguhan yang mengelola Wonderland.

Bersama sang ibu, June kemudian membuat Wonderland mini di rumahnya. Berbagai wahana pun dia buat bersama sang ibu. Dia bahkan membuat cetak biru Wonderland. Sayang, kebahagiaan June tidak bertahan lama. Sang ibu sakit dan mengharuskannya mendapatkan perawatan di rumah sakit yang jauh dari rumah. Sejak saat itu, dunia June runtuh. Dia tidak lagi percaya pada Wonderland. Dia mengemasi semua wahana dan boneka-bonekanya. Dia bahkan membakar cetak biru Wonderland.

Suatu hari, June diantar ayahnya untuk pergi ke kamp matematika bersama teman-teman sekolahnya. Namun, di tengah perjalanan, June tiba-tiba khawatir dengan ayahnya yang dia tinggal sendirian di rumah. Dia pun memutuskan untuk kabur dari kamp itu. Ketika hendak pulang ke rumah, June tiba-tiba masuk ke sebuah hutan. Tak disangka, di hutan itu, dia melihat Wonderland nyata. Sayang, tempat itu sudah hancur. Tak ada lagi keceriaan dan kebahagiaan di tempat itu.

Wonder Park adalah tontonan ringan yang menarik untuk disaksikan bersama keluarga. Banyak pesan moral yang tampil di film animasi ini. Selama 85 menit, penonton tidak hanya akan disuguhi kisah yang menarik dan menyentuh, tapi juga gambar-gambar dengan warna yang menyejukkan mata.

Meski berlabel film animasi, Wonder Park memberikan banyak momen emosional di dalamnya. Seperti ketika June harus melepaskan sang ibu dan ketika June berada di Wonderland dan melihat kehancuran tempat itu. Momen menyentuh terjadi ketika June akhirnya sadar apa yang menyebabkan tempat itu hancur setelah bertemu Peanut.

Selain itu, film ini pun juga menghibur. Tingkah polah konyol Boomer yang memiliki kelainan tidur atau narkolepsi bakal membuat Anda tertawa. Belum lagi tingkat dua bersaudara Gus dan Cooper yang tak mau kalah satu sama lain atau bagaimana Steve si landak berusaha keras mendapatkan hati Greta.

Keceriaan, keriangan, kegembiraan yang dicampur dengan momen emosional yang menyentuh ini membuat Wonder Park menjadi tontonan yang layak diperhitungkan.

Wonder Park bisa disaksikan di bioskop kesayangan Anda mulai hari ini, Rabu (13/3/2019). Selamat menyaksikan!

(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak