alexametrics

Militer Tolak Penundaan Pendaftaran Wamil Seungri BIGBANG

loading...
Militer Tolak Penundaan Pendaftaran Wamil Seungri BIGBANG
Pihak militer, dalam hal ini Administrasi Tenaga Kerja Militer menolak penundaan pendaftaran wajib militer yang diharapkan Seungri BIGBANG. Foto/Istimewa.
A+ A-
SEOUL - Administrasi Tenaga Kerja Militer telah menanggapi pengumuman Seungri BIGBANG untuk meminta penundaan pendaftaran militernya.

Seungri telah menyelesaikan penyidikan kedua atas dirinya terkait berbagai tuduhan, termasuk pelanggaran hukum tentang hukuman mediasi pelacuran.

Sebelum meninggalkan stasiun, Seungri muncul di depan pers dan mengumumkan permintaan resmi terkait rencananya untuk menunda tanggal pendaftaran militer.



Namun, Ki Chan Soo, Kepala Administrasi Tenaga Kerja Militer menyatakan bahwa kemungkinan besar Seungri tidak mungkin menunda pendaftarannya menjalani wajib militer. (Baca juga: Seungri BIGBANG Ditandai sebagai Tersangka).

"Karena tidak ada alasan hukum yang memungkinkan Administrasi Tenaga Kerja Militer untuk menunda pendaftaran [Seungri], jika situasinya tetap seperti itu, [Seungri] akan diselidiki di militer setelah mendaftar."

"Jika dia membuat permintaan untuk menunda tanggal pendaftarannya, kami akan melihat alasannya dan memeriksa dengan cermat,” tambahnya.

Jika Seungri membuat permintaan untuk menunda pendaftarannya, hasilnya harus keluar dalam waktu 10 hari sebelum tanggal pendaftaran yang dijadwalkan pada 25 Maret mendatang. (Baca juga: Choi Jong Hoon Akhirnya Keluar dari FTISLAND dan Pensiun di Industri Hiburan).

Sebelumnya, Administrasi Tenaga Kerja Militer juga mengklarifikasi bahwa Seungri akan mendaftar sesuai rencana, kecuali jika ada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan dan dia dipenjara sebelum mendaftar. Jika investigasi berlanjut setelah pendaftarannya, polisi akan bekerja dalam kemitraan dengan militer.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak