alexametrics

Louis Vuitton Hapus Koleksi Bergaya Michael Jackson

loading...
Louis Vuitton Hapus Koleksi Bergaya Michael Jackson
Louis Vuitton telah menghilangkan daftar koleksi bergaya penyanyi pop dunia, Michael Jackson, seperti payet dan T-shirt dengan gambar gerakan mid-dance kakinya. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Louis Vuitton telah mengkonfirmasi akan menghapus barang-barang dari koleksi pakaian pria Michael Jackson yang terinspirasi langsung dari penyanyi pop tersebut. Rumah mode mewah Prancis ini memulai debut koleksi pria musim autumn/winter dingin 2019 pada Januari dalam pertunjukan yang memberi penghormatan kepada Jackson dengan potongan-potongan, termasuk atasan bertatahkan payet dan T-shirt dengan gambar gerakan mid-dance kakinya.

Dilansir Independent, acara itu berlangsung di kebun Tuileries di Paris dalam satu set yang telah terinspirasi oleh video musik pelantun Billie Jean pada 1982. Namun, brand tersebut kini telah merevisi koleksi aslinya, setelah perilisan film dokumenter Leaving Neverland yang kontroversial dari Channel 4, dimana dua pria menuduh mendiang Jackson melakukan pelecehan pada anak tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan WWD, Louis Vuitton mengatakan tidak akan menghasilkan barang apapun yang secara khusus menampilkan unsur-unsur Michael Jackson. Mereka juga bersikeras bahwa saat koleksi tersebut masuk ke toko, itu akan murni mencerminkan nilai sebenarnya dari merek dan direktur artistik Louis Vuitton yaitu Virgil Abloh.



“Saya sadar bahwa dalam film dokumenter ini, pertunjukan tersebut telah menimbulkan reaksi emosional. Saya dengan tegas mengutuk segala bentuk pelecehan anak, kekerasan atau pelanggaran terhadap hak asasi manusia," kata Abloh.

“Niat saya untuk pertunjukan ini adalah merujuk Michael Jackson sebagai seniman budaya pop. Itu hanya merujuk pada kehidupan publiknya yang kita semua tahu dan tentang warisannya yang telah mempengaruhi seluruh generasi seniman dan desainer," tambahnya. (Baca juga: Sosok Halima Aden, Pembuktian Eksistensi Model Berhijab).

Michael Burke, ketua dan kepala eksekutif Vuitton menjelaskan bahwa perusahaan telah menemukan tuduhan yang dirinci dalam film dokumenter itu dan di mana hal tersebut sangat mengganggu. “Keselamatan dan kesejahteraan anak sangat penting bagi Louis Vuitton. Kami berkomitmen penuh untuk mengadvokasi tujuan ini," jelas Burke.

Sementara, dalam sebuah wawancara dengan The New Yorker baru-baru ini, Abloh mengklaim dia belum pernah mendengar tentang film dokumenter Leaving Neverland yang ditayangkan perdana di Sundance Film Festival di Utah pada 25 Januari lalu atau tepat satu minggu setelah pertunjukan pakaian pria Vuitton berlangsung di Paris. Abloh yang juga mendirikan label streetwear populer Off-White menuturkan bahwa ia ingin koleksi tersebut fokus pada "Michael yang saya pikir diterima secara universal, sisi baik, sisi kemanusiaannya," tandasnya.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak