Sutradari Saat Menghadap Tuhan, Rudi Sudjarwo Singgung Kekerasan dan Trauma
Kamis, 06 Juni 2024 - 12:45 WIB
loading...
Rudi Soedjarwo tertantang menukangi Saat Menghadap Tuhan, film yang mengupas soal bentuk kekerasan dan trauma. Foto/ instagram
A
A
A
JAKARTA - Rudi Soedjarwo tertantang ketika menukangi Saat Menghadap Tuhan, di mana film ini mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan terbuka dalam membicarakan berbagai bentuk kekerasan dan trauma.
Ide ceritanya berawal dari pengalaman pribadi dan kegelisahan Rudi Soedajarwo yang bersama Djemima yang ditulis ke dalam naskah film berdurasi 125 menit.
Saat Menghadap Tuhan digambarkan dari Damar (Rafi Sudirman) yang berjuang dengan trauma masa kecil dan kemarahan akibat kasus pembunuhan ayahnya, Gito (Abielo Parengkuan), anak dari keluarga broken home yang menghadapi perundungan karena kurangnya komunikasi dengan orang tuanya.
Sementara, Nala (Denisha Wahyuni) dan Maya (Cindy Sebastiani) yang berusaha bertahan di tengah kekerasan domestik hingga kekerasan seksual di dalam rumahnya dan Marlo (Dede Satria) menjadi perundung karena didikan keras ayahnya. Kisah-kisah mereka mencerminkan isu-isu yang umum terjadi di masyarakat saat ini.
“Kembali pada kegelisahan tadi bahwa siapa sih yang paling bertanggung jawab ketika misal kita punya anak mengalami hal hal tersebut (trauma masa kecil, perundungan, atau kekerasan), apakah orang tua? guru? teman? Karena hal ini yang akan kita pertanggung jawabkan saat menghadap Tuhan?” kata Rudi Sudjarwo.
Ide ceritanya berawal dari pengalaman pribadi dan kegelisahan Rudi Soedajarwo yang bersama Djemima yang ditulis ke dalam naskah film berdurasi 125 menit.
Saat Menghadap Tuhan digambarkan dari Damar (Rafi Sudirman) yang berjuang dengan trauma masa kecil dan kemarahan akibat kasus pembunuhan ayahnya, Gito (Abielo Parengkuan), anak dari keluarga broken home yang menghadapi perundungan karena kurangnya komunikasi dengan orang tuanya.
Sementara, Nala (Denisha Wahyuni) dan Maya (Cindy Sebastiani) yang berusaha bertahan di tengah kekerasan domestik hingga kekerasan seksual di dalam rumahnya dan Marlo (Dede Satria) menjadi perundung karena didikan keras ayahnya. Kisah-kisah mereka mencerminkan isu-isu yang umum terjadi di masyarakat saat ini.
“Kembali pada kegelisahan tadi bahwa siapa sih yang paling bertanggung jawab ketika misal kita punya anak mengalami hal hal tersebut (trauma masa kecil, perundungan, atau kekerasan), apakah orang tua? guru? teman? Karena hal ini yang akan kita pertanggung jawabkan saat menghadap Tuhan?” kata Rudi Sudjarwo.
Lihat Juga :