alexametrics

Ini Cerita Alya Nurshabrina tentang Kegemarannya terhadap Seni Lukis

loading...
Ini Cerita Alya Nurshabrina tentang Kegemarannya terhadap Seni Lukis
Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina mengasah bakat seni melukisnya secara otodidak atau belajar sendiri. / Foto: KoranSINDO/Ramadhan Adiputra
A+ A-
JAKARTA - Di balik kecerdasan dan paras cantiknya, Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina ternyata juga memiliki bakat melukis. Keseimbangan antara seni dan intelektual ini telah diasah Alya sejak dini. Sejak kecil dirinya bercita-cita menjadi cendekiawan yang suka melukis. Keseimbangan ini pun terus dia jaga hingga sekarang.

Mojang kelahiran Bandung, 21 Januari 1996 ini turut terlibat aktif di komunitas seni, yang menjadi wadahnya untuk belajar sekaligus mengeksplorasi diri. Bahkan terakhir, Alya juga ikut membuka acara pameran lukisan dari seniman-seniman besar Indonesia yang mengangkat tema "Emansipasi" di Institut Francais d' Indonesie (IFI), Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (1/4) malam lalu.

Meski pernah menggelar pameran lukisan tunggal pada 2017 serta melukis gaunnya sendiri saat tampil di Miss World 2018, ternyata kemampuan Alya dalam bidang seni ini didapat secara otodidak atau belajar sendiri.



"Aku biasanya dapat inspirasi melukis itu dari buku-buku, koran, atau juga video ilustrasi yang ada di Youtube. Media tersebut yang kemudian memberi ruang buat saya belajar dan mendapatkan inspirasi," paparnya kepada SINDO seusai membuka pameran lukisan di IFI.

Belajar melukis secara otodidak membuat pasangan putri pasangan Ina Nuraini dan Rudyandi Praditya ini mampu mengekspresikan sebuah makna dengan cara dan gayanya sendiri. Bahkan, sampai saat ini Alya mengaku tidak ingin mengotakkan dirinya dalam satu genre seni lukis. Alasannya jelas, mau terus eksplorasi kemampuan yang ada dalam dirinya.

Di sisi lain, walaupun mencintai dunia seni, gadis yang aktif sebagai relawan dari gerakan Sahabat Peduli Indonesia ini pun menjelaskan kalau orangtuanya menginginkan dia untuk tetap memprioritaskan pendidikan. Meski begitu, dia tetap menjalankan hobinya tersebut kala memiliki waktu luang.

"Aku setiap harinya selalu sediain waktu 10 sampai 15 menit untuk melukis. Enggak mesti karya yang besar, aku biasanya mulai dari yang kecil dan itu terus aku upgrade sampai akhirnya jadi karya yang besar," ungkapnya.

Ke depan, Alya, yang masih menilai dirinya sebagai seniman junior, sangat terbuka untuk melakukan kolaborasi karya seni dengan seniman lain. Ini juga menjadi harapan Alya untuk bisa berkontribusi dalam dunia seni Indonesia. Kendati demikian, Alya juga mengaku jika belum bisa membaca karakter diri atau genre lukisan apa yang menjadi ciri khasnya.

Sebagai Miss Indonesia 2018 yang gemar melukis, Alya memiliki idola. Ya, dia sangat menyukai karya-karya Ipong Purnama Sidhi, yang mana memiliki kedekatan atau pola yang menyerupai dengan gaya melukisnya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak