Imunoterapi Memberikan Harapan Baru untuk Kanker Darah
Jum'at, 07 Juni 2024 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Selama sekian dekade, kemoterapi merupakan jenis pengobatan utama bagi kanker darah, memiliki efek samping yang berat terutama bagi pasien yang rentan seperti anak-anak dan pasien usia tua.
Namun, setelah munculnya jenis pengobatan baru seperti agen bertarget, kemoterapi mulai ditinggalkan.
Menurut Dr Lee pengobatan bertarget ini pertama kali muncul sekitar 20 tahun yang lalu, dan saat ini perkembangannya pesat. Efek samping pengobatannya pun bisa lebih ditoleransi dibandingkan dengan kemoterapi konvensional.
Pengobatan bertarget akan lebih sedikit menyebabkan kerusakan sel normal serta memiliki tingkat kemanjuran pengobatan yang lebih tinggi. “Contohnya pada kasus lekuemia myeloid akut atau AML, kombinasi agen bertarget inhibitor FL3 dengan kemoterapi memiliki angka kelangsungan hidup 75%, dibandingkan dengan kelangsungan hidup pasien yang diberi kemoterapi konvensional saja yaitu 25%,” jelasnya dalam bincang santai bersama media mengenai pengobatan Kanker Darah, Kamis (30/5/2024).
Salah satu jenis pengobatan bertarget yang digunakan untuk mengobati kanker darah terutama jenis leukemia dan limfoma agresif adalah terapi CAR-T cell. Terapi ini melibatkan modifikasi genetik dari sel-sel T pasien sehingga mampu mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker darah.
“Berbeda dengan transplantasi sel sumsum tulang yang menggunakan sel orang lain, kalau CAR-T cell berasal dari sel T pasien sendiri yang kemudian dimodifikasi secara genetik, lalu disuntikkan kembali ke tubuh pasien,” jelasnya.
Namun, terapi CAR-T cell membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu untuk proses pengambilan sampel hingga kembali ke pasien. Maka saat ini muncul modalitas imunoterapetik yakni antibodi bispesifik.
Namun, setelah munculnya jenis pengobatan baru seperti agen bertarget, kemoterapi mulai ditinggalkan.
Menurut Dr Lee pengobatan bertarget ini pertama kali muncul sekitar 20 tahun yang lalu, dan saat ini perkembangannya pesat. Efek samping pengobatannya pun bisa lebih ditoleransi dibandingkan dengan kemoterapi konvensional.
Pengobatan bertarget akan lebih sedikit menyebabkan kerusakan sel normal serta memiliki tingkat kemanjuran pengobatan yang lebih tinggi. “Contohnya pada kasus lekuemia myeloid akut atau AML, kombinasi agen bertarget inhibitor FL3 dengan kemoterapi memiliki angka kelangsungan hidup 75%, dibandingkan dengan kelangsungan hidup pasien yang diberi kemoterapi konvensional saja yaitu 25%,” jelasnya dalam bincang santai bersama media mengenai pengobatan Kanker Darah, Kamis (30/5/2024).
Salah satu jenis pengobatan bertarget yang digunakan untuk mengobati kanker darah terutama jenis leukemia dan limfoma agresif adalah terapi CAR-T cell. Terapi ini melibatkan modifikasi genetik dari sel-sel T pasien sehingga mampu mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker darah.
“Berbeda dengan transplantasi sel sumsum tulang yang menggunakan sel orang lain, kalau CAR-T cell berasal dari sel T pasien sendiri yang kemudian dimodifikasi secara genetik, lalu disuntikkan kembali ke tubuh pasien,” jelasnya.
Namun, terapi CAR-T cell membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu untuk proses pengambilan sampel hingga kembali ke pasien. Maka saat ini muncul modalitas imunoterapetik yakni antibodi bispesifik.
Lihat Juga :