alexametrics

Review Film After

loading...
Review Film After
After adalah drama remaja tanpa fokus yang jelas selain mengungkapkan kisah cinta antara gadis lugu dengan pemuda bad boy yang hambar, datar dan membosankan. (Facebook/AftertheMovie)
A+ A-
JAKARTA - Drama remaja selalu memiliki formula yang nyaris sama. Seorang gadis biasa jatuh cinta kepada seorang pria yang memiliki kepribadian misterius, menarik dan juga ganteng. Formula ini pula yang dipakai di film After.

After adalah film yang diangkat dari novel fan fiction karya Anna Todd yang didasarkan pada One Direction. Tokoh utamanya, Hardin Scott, disebut sebagai jelmaan dari Harry Styles, versi punk-nya, alias versi nakalnya. Sementara, si gadis adalah Tessa Young, yang lugu dan sepanjang hidupnya tinggal bersama ibunya di sebuah pinggiran kota. Tessa memiliki seorang pacar bernama Noah yang lebih mirip seperti kakak ketimbang pacarnya.

Tessa, yang diperankan Josephine Langford, kemudian pindah ke asrama setelah diterima di sebuah universitas. Di asrama, dia sekamar dengan seorang gadis berdandan nyentrik bernama Steph (Khadijha Red). Tessa yang lugu kemudian diajak Steph pergi ke pesta yang digelar Hardin (Hero Fiennes-Tiffin). Hardin adalah sosok pria muda yang bergaya bad boy, berwajah ganteng dan tentu saja sedikit misterius. Sebuah permainan Truth or Dare membuat Tessa harus bercumbu dengan Hardin. Namun, Tessa menolaknya.



Hardin seolah penasaran dengan Tessa. Dia pun berusaha memikat hati Tessa dengan banyak cara. Sementara, Tessa menghadapi dilema. Dia terpesona dengan Hardin, tapi masih menyimpan hatinya untuk Noah.

After tidak menawarkan banyak hal baru dalam drama remaja. Ceritanya sangat klise dan mudah ditebak sejak awal. Plotnya pun sangat sederhana sehingga durasi 106 menit terasa sangat panjang dengan banyaknya adegan yang mudah ditebak.

Emosi tidak ada dalam film ini. Momen-momen yang seharusnya emosional berlalu begitu saja tanpa ada rasa. Sutradaranya, Jenny Cage, justru terlihat sibuk untuk membuat film ini menjadi sebuah film yang mengeksploitasi seksualitas dua tokoh utamanya. Namun, eksplorasi ini pun tidak mendalam dan membuat film ini jadi kehilangan fokus.

Romansa menye-menye ala film remaja pun nyaris tidak terlihat di film ini. Romansa pun terasa begitu biasa, tanpa banyak drama. Selain itu, performa para cast di film ini juga monoton dan biasa saja, sehingga tidak menambah apa pun sebagai daya tarik dalam film ini. Tanpa banyak hal yang bisa dijanjikan dan ditonton dalam film ini, After jadi terasa membosankan.

After bakal tayang di bioskop kesayangan Anda mulai Selasa (16/4/2019). Selamat menyaksikan!

(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak