alexametrics

Tayang di Indonesia, Film After Bisa Timbulkan Kontroversi?

loading...
Tayang di Indonesia, Film After Bisa Timbulkan Kontroversi?
Film After menjadi perbincangan, tidak saja di Indonesia, juga dunia. Tak sedikit yang memuji dan banyak juga yang mengkritisi. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Beberapa kalangan di industry film, baik di Indonesia dan dunia memperbincangkan film After yang diangkat dari novel laris Wattpad karya Anna Todd. Selain mengandung sisi kontroversial pada beberapa adegan, drama ini juga dinilai memuat nilai-nilai edukasi. Utamanya bagi orang tua untuk mempersiapkan putra-putri mereka menjelang masa pubertas.

After memperlihatkan kehidupan remaja yang cukup ‘fresh’, baik penyajian kisah yang bergerak dengan lompatan-lompatan adegan yang menarik, maupun dari segi cerita yang dibangun.

Film yang baru masuk bioskop Indonesia ini juga dinilai beragam. Budayawan Sandyawan Sumardi menilai, After memiliki alur cerita yang sederhana, tetapi serat makna, meski banyak menampilan adegan romantis.



“Tetapi menurut saya, ini sama sekali bukan film porno karena tidak juga mengumbar adegan-adegan yang vulgar. Tetap ada keindahan cinta yang dieksplorasi dalam bentangan krisis batas moral, belum atau tidak menabrak rambu-rambu moral yang hidup dalam masyarakat dan agama,” kata Sandy.

Beberapa adegan yang dilakoni Tessa Young (diperankan Josephine Langford) dan Hardin Scott (dimainkan Hero Fiennes Tiffin), masyarakat hendaknya tidak melakukan penghakiman. “Jangan posisikan remaja sebagai objek yang harus menampung citra moral manusia dewasa tanpa bertanya,” ujarnya. (Baca juga: Minta Fans Tidak Spoiler, Sutradara Avengers: Endgame Tulis Surat).

Dalam konteks inilah, Sandy meminta para orang tua untuk melihat ke dalam sudut pandang remaja tentang dunia sehari-hari mereka. Orang tua harus lebih banyak mendengarkan ketimbang mengajukan daftar petunjuk moral tentang boleh dan tidak atau benar dan salah.

Pandangan berbeda disampaikan Psikolog Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto. Menurutnya, beberapa adegan dinilai terlalu sensitif untuk remaja di Indonesia. Terlebih jika dikaitkan dengan nilai-nilai agama, budaya, dan etika, sepertinya film tersebut kurang pas. Bahkan, mungkin akan menimbulkan kontroversi.

“Seperti ada dialog yang mengatakan, Are you virgin? Itu kan sudah mengarah pada hal-hal seksual. Kalau untuk di Barat mungkin cocok, tetapi tidak untuk remaja kita,” terang dia.

After mengisahkan seorang siswa berdedikasi, Tessa Young yang tertarik dengan bad boy yang mempunyai sisi misterius bernama Hardin. Meskipun Tessa sudah mempunyai kekasih, dia pindah ke asrama perguruan tinggi baru dengan pengalaman baru dan perasaan baru untuk Hardin.

Pada saat pesta di kampus, seseorang menantang Tessa dalam permainan atau tantangan. Meski Tessa menolak tantangan itu, rupanya dia terpesona kepada Hardin. Keduanya kemudian berkencan.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak