alexametrics

Mau Kuliah di Eropa? Studi di Spanyol Diklaim Paling Murah

loading...
Mau Kuliah di Eropa? Studi di Spanyol Diklaim Paling Murah
Perwakilan Campus Spain saat mengikuti pameran World Post Graduate Expo 2019 di JCC, Jakarta. Spanyol mengklim biaya pendidikan lebih murah dari negara Eropa lainnya. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Biaya tinggi jadi hambatan anak-anak muda Indonesia menempuh bangku kuliah di luar negeri. Terlebih untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi di Benua Eropa. Tetapi apa yang pikirkan itu tak selamanya benar. Kenyataannya, tidak sedikit institusi pendidikan di luar negeri yang memberikan kemudahan bagi pelajar asing dengan sejumlah programnya. Spanyol misalnya.

Pemerintah Negeri Matador itu memberikan subsidi hingga 80% bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di sana. Pemerintah Spanyol menunjuk Campus Spain sebagai institusi swasta yang mendapatkan otoritas penuh guna membantu murid-murid internasional mengakses informasi pendidikan dan hal-hal pendukungnya di sana.

Gonzalo Martinez, Director of Campus Spain mengatakan, keuntungan paling utama dalam melanjutkan studi S2 & S3 di Spanyol adalah biaya kuliah yang sangat terjangkau. Ditambah biaya hidup yang murah dibandingkan negara Eropa lainnya.



“Seperti contohnya pada program S-2 di universitas-universitas negeri di Spanyol berkisar kurang lebih Rp12 juta per tahun,” ungkapnya saat pameran World Post Graduate Expo 2019 di JCC, Jakarta.

Hal yang perlu diketahui oleh khalayak umum, studi di Spanyol memakai bahasa pengantar Spanyol, terutama di universitas-universitas negeri. Untuk itu, murid diwajibkan untuk belajar bahasa Spanyol di tahun pertama.

“Campus Spain menawarkan dan menjembatani para murid untuk belajar bahasa, kebudayaan, adaptasi dengan lingkungan, komunitas, serta persiapan masuk kuliah yang dikenal dengan ‘Español LCA’. Program tersebut diselenggarakan di Universitas Vigo, di bawah divisi pusat belajar bahasa oleh University of Vigo Foundation selama 10 bulan,” tutur Gonzalo.

Lebih menarik lagi, setelah menguasai bahasa Spanyol dan telah beradaptasi dengan budaya serta lingkungan di sana, mahasiswa bisa melakukan kerja paruh waktu. Tentunya hal itu akan sangat mendukung dalam pemenuhan biaya hidup.

“Kuncinya adalah bahasa dan adaptasi, ketika telah menguasai bahasa Spanyol maka penduduk di sana akan sangat menerima, hingga dianggap seperti warga lokal. Jika sudah seperti itu, selanjutnya bisa bekerja paruh waktu,” tambahnya.

Sebagai informasi, untuk pekerja paruh waktu di Spanyol akan menerima upah atau honor antara 8-10 Euro, yang jika dirupiahkan sekitar Rp127.000-159.000 per jam. Pada tahun ini, calon mahasiswa dari Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk ikut dan mendaftar program LCA di bulan Oktober 2019. Program tersebut terbuka untuk segala usia dengan persyaratan minimum lulus & memiliki ijazah SMA.

Setelah selesai program LCA, murid baru bisa melanjutkan studi kuliahnya S-1 maupun S2 & S3 di Spanyol. Semua proses pengurusan dokumen dari awal hingga akhir akan dibantu oleh Campus Spain, sebagai institusi yang diotorisasi oleh Pemerintah Spanyol.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak