alexametrics

Dua Rocker Legendaris Ini Rahasiakan Hasil Kolaborasi dengan Kemal Palevi

loading...
Dua Rocker Legendaris Ini Rahasiakan Hasil Kolaborasi dengan Kemal Palevi
Dua rocker legendaris Tanah Air, Ahmad Albar dan Ian Antono menggandeng rapper yang juga komika Kemal Palevi untuk berkolaborasi. / Foto: ist
A+ A-
JAKARTA - Dua rocker legendaris Tanah Air, Ahmad Albar dan Ian Antono menggandeng rapper yang juga komika Kemal Palevi untuk berkolaborasi. Dari perpaduan unik tersebut, bakal hadir kemasan musik baru dan berbeda.

Dua ujung tombak grup cadas legendaris God Bless itu selama ini terbiasa dengan alunan musik keras, namun keduanya tampak begitu antusias mempersiapkan lagu lawas mereka untuk dikemas dengan sesuatu yang berbeda dan kekinian bersama Kemal.

"Kita sebetulnya sudah membuat lagu yang sudah pernah hits di tahun 1970-an. Lagu itu disukai orang banyak, cuma kita pengin bikin sesuatu yang cocok dinyanyikan untuk saat ini dan tentunya musik akan disesuaikan dengan perkembangan zaman juga," ungkap Ian Antono dalam keterangan tertulis yang diterima SINDO, Jumat (19/4).



Sebuah lagu yang pernah hits dan pernah dirilis pada 1979 ini memiliki komposisi musik yang berbeda dari yang pernah mereka mainkan di Gobless. Masih dibungkus roh kekuatan rock, lagu ini pun tentunya perlu sentuhan musik yang lebih modern sehingga dapat dinikmati oleh kaum milenial.

Ian Antono, pencabik gitar God Bless, yang berperan sebagai arranger pun menuturkan, pilihannya terhadap Kemal Palevi, selain sangat berbakat, Kemal juga sudah memiliki penggemar tersendiri. Ian pun menganggap bahwa kolaborasi ini perlu sentuhan musisi milenial seperti Kemal, dan tentunya harus cocok dengan genre yang mereka usung.

"Dalam sajian musik rock tidak sedikit juga yang kolaborasi dengan genre lain. Tapi saya rasa jarang ada kolaborasi rock dengan rap. Kemal menurut saya sudah cocok mewakili rapper milenial yang ada saat ini," imbuh Ian Antono.

Bagi Kemal, merupakan suatu kehormatan bisa berkolaborasi dengan musisi legendaris. Kolaborasi tersebut tentu akan menjadi sebuah pembelajaran bagi perkembangan kariernya di dunia musik.

"Yang jelas bergabung dengan musisi yang kita kenal legend ini mengangkat derajat saya yang muda-muda. Anak-anak muda kolaborasi dengan milenial sudah banyak, cuma kalau sama beliau-beliau ini merupakan sebuah kehormatan. Jauh lebih baik jika kita ingat dan menghormati musisi yang hadir terlebih dahulu di industri musik," ucap pria kelahiran 25 Agustus 1989.

Meskipun masih merahasiakan lagu apa yang akan mereka bawakan, namun Ian Antono mengutarakan bahwa partitur asli lagu tersebut tidak akan berubah. Hanya saja, beberapa aransemen dari lagu itu akan mengalami perubahan.

"Kesulitan waktu mengaransemen lagu ini ada beberapa slot yang berisikan bar-bar tertentu yang digabungkan dan harus enak didengar. Jadi sebetulnya lagu itu tidak jauh berubah dengan chord yang baru dan perlu pemikiran dari generasi saat ini," papar Ian Antono.

Lagu tersebut juga dipilih karena banyaknya permintaan untuk dibawakan Ahmad Albar dalam setiap perform, baik di Tanah Air maupun di negara tetangga. Menurut vokalis gaek yang akrab disapa Iyek ini, aransemen musik sedikit berubah dengan didominasi akustik, lagu ini juga memiliki nuansa Timur Tengah.

"Lagu ini terkenal di Malaysia dan sering dibawakan beberapa penyanyi di sana. Kita juga tidak mengubah banyak aransemennya, kali ini warna akustiknya banyak, cuma tidak boleh dinyanyikan kalau kita perform dengan God Bless," ujar Ahmad Albar memberikan sedikit gambaran mengenai hasil kolaborasi mereka.

"Pokoknya suara gitar dari Ian agak ke Timur Tengah, tapi kiblatnya bukan India. Yang jelas lagu ini dibuat berbeda dari yang sudah ada," sambung pria yang disapa Iyek ini.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak