alexametrics

Kemenpar Genjot Wisman Filipina dengan Consumer Selling

loading...
Kemenpar Genjot Wisman Filipina dengan Consumer Selling
Terus tumbuhnya kunjungan wisatawan asal Filipina, membuat Kementerian Pariwisata berinisiatif menggelar Consumer Selling pada 23 Mei mendatang. (Dok. Kemenpar)
A+ A-
JAKARTA - Terus tumbuhnya kunjungan wisatawan asal Filipina, membuat Kementerian Pariwisata berinisiatif menggelar Consumer Selling pada 2—3 Mei mendatang. Kegiatan yang bersifat promosi B to C ini, akan digelar di SM Clark, di sepanjang M.A. Roxas Avenue di Clark Freeport, Angeles City di Pampanga, Filipina.

Sebanyak 6 seller akan dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka adalah MAVP Travel & Tours, Ties That Travel, The Travelorder, Flight Destination Travel & Tours, Joy Meets World Travel & Tours, dan Amega Travel and Tours Services.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani di Jakarta, Jumat (19/4/2019), kegiatan ini untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Selain itu untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan juga mengenali potensi kerjasama industri pariwisata antarnegara.



"Strategi branding dan selling terus dilakukan. Sepanjang waktu, kali ini kita akan melaksanakan Consumer Selling ini di Super Mall teramai di kota masa depan Filipina,” kata Ricky.

Filipina memang merupakan salah satu fokus pasar wisman di unit kerja Regional III. Sebab, kunjungan wisman asal Filipina tumbuh sangat positif. Hal ini terlihat sepanjang 2018 lalu. Kunjungan wisatawan asal Filipina mencapai 217.582 orang. Angka ini surplus 104% dari target 210.000 orang wisatawan Filipina. Untuk 2019, kunjungan wisatawan Filipina ditarget 280.000 orang.

Untuk merayu warga Filipina, rangkaian promosi dan selling akan menawarkan destinasi yang beragam. Semuanya indah dan kelas dunia. Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Bandung menjadi pilihan. Pertimbangan pemilihan 4 destinasi wisata tersebut karena wisatawan Filipina ketika berkunjung ke Indonesia, suka berbelanja/shopping. Selain itu mereka juga punya keperluan bisnis.

"Tujuan mereka datang ke lokasi wisata di Tanah Air biasanya untuk berbelanja serta untuk keperluan bisnis, dan ada pula yang ingin mengenali budaya atau wisata kultur seperti di Yogyakarta dan Bali," sambungnya

Menurut Ricky, selama dua hari kegiatan pengunjung yang datang diharapkan mencapai 500 orang dengan potensi wisman mencapai 250 orang. Untuk semakin memeriahkan acara, para pengunjung juga disuguhi berbagai aktivitas menarik. Seperti coffee corner, games corner, dan juga pertunjukan tari Bali.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani optimistis kegiatan Sales Marketing di Filipina ampuh untuk mendatangkan wisman. "Kita juga terbantu dengan akses konektivitas yang saat ini telah ada tiga maskapai yang terbang dari Manila ke Jakarta dan Manila ke Denpasar. Yaitu maskapai Cebu Pacific, Air Asia, dan Philippines Airlines. Ini akan mempermudah wisman Filipina ke Indonesia," kata Rizki.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rizki berharap awareness terhadap pariwisata Indonesia meningkat. "Selain itu, ajang bisnis tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku industri pariwisata. Terutama untuk memperluas jejaring (networking) dan membuka pangsa pasar baru," tambahnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menggarisbawahi jika Filipina tergolong istimewa. Letak geografisnya tak jauh dari Manado, utamanya Cebu Island dan Davao City. Karenanya, semua promosi didorong sejalan dengan upaya peningkatan pencitraan pariwisata Indonesia melalui “branding” Wonderful Indonesia untuk pasar pariwisata mancanegara manapun.

“Yang lebih penting lagi, Wonderful Indonesia juga terbaik dalam Price Competitiveness. Dengan USD yang sama, bisa mendapatkan fasilitas dan services yang lebih banyak! Ini salah satu poin yang menarik yang bisa ditebar ke pasar Filipina,” ujar Arief.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak