alexametrics

Hailey Bieber Merasakan Tekanan untuk Menjadi Sempurna

loading...
Hailey Bieber Merasakan Tekanan untuk Menjadi Sempurna
Menjadi artis top memang tidak mudah. Salah satunya Hailey Bieber. Dia merasakan tekanan untuk menjadi sempurna. Foto/Instagram.
A+ A-
JAKARTA - Hailey Bieber mengaku dirinya merasa di bawah tekanan untuk menjaga gaya hidup yang sempurna. Hal itu membuatnya cemas dalam menjaga ‘façade’ itu. Akibatnya, model cantik berusia 22 tahun ini berjuang dengan kecemasan sebagai akibat dari tekanan untuk menjadi sempurna.

“Saya mengagumi orang-orang yang maju dan berbicara tentang kecemasan. Kita semua bergumul dengan itu. Saya pikir sudah ada stigma di sekitarnya sejak lama. Orang-orang melihat selebritis yang terkenal atau sukses dan berpikir mereka memiliki semuanya. Seperti, mereka memiliki karier yang gila, atau mereka menghasilkan begitu banyak uang, sehingga mereka harus bahagia. Tapi justru sebaliknya,” kata Hailey. (Baca juga: Hailey Bieber Prioritaskan Masalah Kesehatan Mental).

“Ada suatu masa di industri ketika berbicara negatif tentang hal semacam itu adalah negatif. Tidak ada yang ingin membicarakan apa yang sebenarnya terjadi dan semua orang merasa ada tekanan untuk mempertahankan fasad - atau tekanan untuk mempertahankan gaya hidup yang sempurna ini dan membuat semuanya terlihat sangat baik dari luar. [Semua orang akan berkata,] 'Oh, kami benar-benar bahagia. Saya sangat senang. Saya baik-baik saja, 'ketika benar-benar rasanya seperti Anda hancur di dalam,” tambah dia.



Hailey yang menikah dengan penyanyi Justin Bieber ini mengaku ada banyak kali dia berbohong dan mengatakan dia baik-baik saja, meskipun dia menangis.

“Orang-orang akan bertanya kepada saya, 'Apa kabar?' Dan aku akan berkata, 'Aku baik-baik saja; Saya baik.' Tapi sungguh aku akan menangis di kamar hotelku sepanjang malam. Anda hanya harus jujur bahwa hidup terkadang payah. Sulit. Segalanya sulit. Saya hanya berpikir semakin kita terbuka tentang hal itu, semakin kita dapat membantu orang menemukan solusi...,” terangnya kepada majalah Glamour.

“Begitu banyak pria dan wanita muda memiliki puncak kecemasan mereka antara 18 dan 25, dan kemudian Anda menempatkan media sosial, tekanan kerja, dan tekanan sekolah di atas semua itu, Anda tahu, itu sulit,” jelas dia.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak