alexametrics

Ditanya Soal Rumor Jadul Mayhem, Morgan Marduk: Itu Berita Usang!

loading...
Ditanya Soal Rumor Jadul Mayhem, Morgan Marduk: Itu Berita Usang!
Mengemukanya film Lords of Chaos kembali membawa nama Morgan Steinmeyer Hakansson terbawa dalam cerita lama Mayhem. / Foto: Loudwire
A+ A-
NORRKOPING - Seiring dengan mengemukanya kisah lama band black metal Mayhem lewat film Lords of Chaos yang dirilis tahun ini, terselip kembali cerita pendiri band Marduk, Morgan Steinmeyer Hakansson yang mendapat potongan otak dan tengkorak vokalis Mayhem, Per Yngve Ohlin alias Dead yang tewas menembak dirinya sendiri.

Film besutan Jonas Akerlund itu merupakan adaptasi dari kisah nyata di kancah musik black metal Norwegia pada awal 1990-an. Film ini juga berdasarkan pada buku karya Didrik Soderlind berjudul Lords Of Chaos: The Bloody Rise Of The Satanic Metal Underground yang diterbitkan perdana pada 1998.

Dari buku dan film itu, reputasi Mayhem terungkap kembali. Kedua karya tersebut menyajikan scene black metal Norwegia awal 1990-an yang menjadi buah bibir karena pembakaran gereja dan pembunuhannya.



(Baca juga: Film Black Metal "Lords of Chaos" Segera Tayang di Bioskop)

Ohlin, satu-satunya personel Mayhem asal Swedia, sempat berteman dengan Morgan, yang juga berasal dari Swedia, beberapa bulan sebelum kematiannya. Pada 1991, Ohlin mati bunuh diri, posisi terakhirnya pun diabadikan menjadi sebuah foto oleh gitaris Mayhem, Oystein "Euronymous" Aarseth, dan dijadikan salah satu cover album Mayhem.

Euronymous, yang dua tahun kemudian tewas di tangan Varg Vikernes dari Burzum, mengirimkan potongan tengkorak dan otak Ohlin ke berbagai anggota scene black metal yang dia hormati, salah satu gitaris Marduk, Morgan.

Guna memastikan kabar tersebut, Agoraphobic News pun mencoba mengonfirmasikannya kepada Morgan belum lama ini. "Itu berita usang," tegas musisi kelahiran 25 Juni 1973 itu menjawab pertanyaan dari Agoraphobic News.

"Sudah terlalu banyak yang menulis tentang hal tersebut. Itu menjadi seperti opera sabun. Orang-orang harus meninggalkannya. Apa pun publik menyebutnya, saya merasa itu benar-benar konyol, semua yang berkaitan dengan hal tersebut," jelas Morgan.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak