Rupiah Melemah, Kemenparekraf Dorong Masyarakat Liburan di Indonesia
Rabu, 26 Juni 2024 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
"Sementara, jika wisman itu ibaratnya kantong uang yang bertambah (Devisa)," tambahnya.
Nia juga menegaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia dan menjadi penyumbang devisa utama.
"Oleh karena itu saya ingin sampaikan berliburlah di Indonesia, karena ketika kita berlibur ke luar negeri artinya devisa kita bocor," jelasnya.
Baca Juga: Kemenparekraf Rayakan Iduladha dengan Berbagi Daging Kurban
"Padahal kita perlu banget devisa. Kita perlu menambah devisa dengan meningkatkan wisman," lanjutnya.
Nia menyampaikan bahwa wisnus memiliki tingkat belanja yang cukup tinggi ketika berlibur. Di antaranya 22,82 persen untuk akomodasi, 17, 69 persen untuk makanan dan minuman, 20,93 persen untuk angkutan, 9,33 persen di cendera mata, pengeluaran untuk belanja 8,24 persen, dan untuk jasa hiburan 7,28 persen.
Nia juga menegaskan, sektor pariwisata merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia dan menjadi penyumbang devisa utama.
"Oleh karena itu saya ingin sampaikan berliburlah di Indonesia, karena ketika kita berlibur ke luar negeri artinya devisa kita bocor," jelasnya.
Baca Juga: Kemenparekraf Rayakan Iduladha dengan Berbagi Daging Kurban
"Padahal kita perlu banget devisa. Kita perlu menambah devisa dengan meningkatkan wisman," lanjutnya.
Nia menyampaikan bahwa wisnus memiliki tingkat belanja yang cukup tinggi ketika berlibur. Di antaranya 22,82 persen untuk akomodasi, 17, 69 persen untuk makanan dan minuman, 20,93 persen untuk angkutan, 9,33 persen di cendera mata, pengeluaran untuk belanja 8,24 persen, dan untuk jasa hiburan 7,28 persen.
Lihat Juga :