Demi Mahir Ngrasani, ‘Bu Tejo’ Belajar di Pasar
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
Meski bercerita tentang fenomena keseharian warga desa, namun Bacep mengaku tak menyangka film ini akan mendapat respons sangat besar dari publik. Hingga kini, film yang dioroduksi oleh Ravacana tersebut sudah ditonton lebih dari 3 juta. "Ini juga bukti bahwa media sosial memiliki peran kuat untuk menaikkan popularitas. Film Tilik menjadi bukti. Dan itu di luar perkiraan saya," ungkap seniman yang tinggal di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul ini.
Film Tilik berdurasi sekitar 32 menit. Hampir seluruh adegan dilakukan di atas truk yang berjalan dari Desa Terong, Dlingo hingga Bantul dan Gamping, Sleman. Pemandangan desa seperti hutan dan sawah selama perjalanan rombongan tilik membuat film ini terasa makin kuat.
Film hasil kerja sama Ravacana Films dengan Dinas Kebudayaan DIY ini disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo dan diproduseri Elena Rosmeisara. Film ini mulai tayang perdana di YouTube sejak Senin (17/8) lalu. Sebenarnya film ini dibuat pada 2018 silam. Namun selama ini film tersebut diputar pada kegiatan yang terbatas seperti festival.
Siti Fauziah Saekhoni, pemeran Bu Tejo pun sangat kaget ketika mengetahui film yang dibintanginya menjadi terkenal. Awalnya, Ozie, panggilan akrabnya, sempat menganggap sepele kabar viralnya film tersebut. "Bener saya nggak nyangka itu. Saat pertama saya dikasih tahu suami, saya masih mencuci piring di dapur," ucapnya perempuan berusia 31 tahun itu. (Baca juga: Kasus Virus Corona Global Tembus 23 Juta)
Ozie pun sempat was-was akibat cuplikan dialognya yang ceplas-ceplos seperti “Nek dadi wong ki mbok sing solutif” banyak dikutip publik. Sebagian bahkan menjadikan kalimat itu menjadi meme. "Terus terang saya deg-degan. Banyak yang menggunakan meme omongan saya. Ada yang salah nggak ya, jangan-jangan saya di-bully," ujar perempuan yang memilih drop out (DO) dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) demi mengembangkan seni peran itu.
Dia mengaku kalimat yang membuat gemas penonton tersebut sebenarnya hasil improvisasi saat syuting. Kalimat-kalimat itu sama sekali tak tertuang dalam skenario awal. Selain Nek dadi wong ki mbok sing solutif, kalimat improvisasi lainnya adalah “tak andakke dulurku piye he. Podo-podo polisi bintange jejer-jejer limo.
Dalam syuting film ini, Ozie mengaku menghabiskan waktu sekitar dua pekan, yakni mulai dari membaca naskah hingga mengambil gambar dengan lokasi di Desa Terong, Dlingo maupun Kota Bantul dan Sleman.
Film Tilik berdurasi sekitar 32 menit. Hampir seluruh adegan dilakukan di atas truk yang berjalan dari Desa Terong, Dlingo hingga Bantul dan Gamping, Sleman. Pemandangan desa seperti hutan dan sawah selama perjalanan rombongan tilik membuat film ini terasa makin kuat.
Film hasil kerja sama Ravacana Films dengan Dinas Kebudayaan DIY ini disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo dan diproduseri Elena Rosmeisara. Film ini mulai tayang perdana di YouTube sejak Senin (17/8) lalu. Sebenarnya film ini dibuat pada 2018 silam. Namun selama ini film tersebut diputar pada kegiatan yang terbatas seperti festival.
Siti Fauziah Saekhoni, pemeran Bu Tejo pun sangat kaget ketika mengetahui film yang dibintanginya menjadi terkenal. Awalnya, Ozie, panggilan akrabnya, sempat menganggap sepele kabar viralnya film tersebut. "Bener saya nggak nyangka itu. Saat pertama saya dikasih tahu suami, saya masih mencuci piring di dapur," ucapnya perempuan berusia 31 tahun itu. (Baca juga: Kasus Virus Corona Global Tembus 23 Juta)
Ozie pun sempat was-was akibat cuplikan dialognya yang ceplas-ceplos seperti “Nek dadi wong ki mbok sing solutif” banyak dikutip publik. Sebagian bahkan menjadikan kalimat itu menjadi meme. "Terus terang saya deg-degan. Banyak yang menggunakan meme omongan saya. Ada yang salah nggak ya, jangan-jangan saya di-bully," ujar perempuan yang memilih drop out (DO) dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) demi mengembangkan seni peran itu.
Dia mengaku kalimat yang membuat gemas penonton tersebut sebenarnya hasil improvisasi saat syuting. Kalimat-kalimat itu sama sekali tak tertuang dalam skenario awal. Selain Nek dadi wong ki mbok sing solutif, kalimat improvisasi lainnya adalah “tak andakke dulurku piye he. Podo-podo polisi bintange jejer-jejer limo.
Dalam syuting film ini, Ozie mengaku menghabiskan waktu sekitar dua pekan, yakni mulai dari membaca naskah hingga mengambil gambar dengan lokasi di Desa Terong, Dlingo maupun Kota Bantul dan Sleman.
Lihat Juga :