alexametrics

Browliner Studio Hadirkan Sulam Alis dengan Harga Terjangkau

loading...
Browliner Studio Hadirkan Sulam Alis dengan Harga Terjangkau
Sulam alis adalah penambahan pigmen warna ke kulit untuk mengisi bagian-bagian kosong pada alis, sehingga alis jadi terlihat lebih penuh. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Alis tebal bervolume yang simetris seperti menjadi gaya hidup perempuan masa kini, karena dengan memiliki bentuk alis yang pas akan membuat penampilan terlihat menarik. Dengan semakin banyaknya kaum hawa yang memikirkan penampilannya, tidak sedikit yang mencoba untuk menyulam alis untuk menambah kepercayaan dirinya.

Tren sulam alis belakangan semakin diminati. Sulam alis sendiri adalah penambahan pigmen warna ke kulit untuk mengisi bagian-bagian kosong pada alis, sehingga alis jadi terlihat lebih penuh. Teknik ini bisa menghasilkan tampilan yang natural, karena menggunakan pigmen-pigmen yang sesuai dengan warna asli alis. Setelah membentuk pola alis yang diinginkan, seluruh area yang sudah digambari diisi dengan pigmen seperti rambut.

Melihat tren yang juga bisa membuat peluang sukses semakin besar tersebut, NG Felicia pemilik studio Browliner Studio pun menjajal usaha sulam alis yang telah ditekuninya sejak setahun belakangan ini. Meski berawal dari coba-coba, usahanya itu semakin berkembang. Saat mengawali usaha sulam alis, Felicia mengambil tempat di Somerset Grand Citra. Dan kini, berencana untuk membangun studio lagi di kawasan Guntur, Jakarta Selatan.



Menurut Felicia, sulam alis atau biasa disebut microblading atau eyebrow embroidery bisa dilakukan untuk siapa saja yang alisnya menipis, atau ada bagian alis yang botak. Terlalu sering mencabut alis juga membuat rambut alis berhenti tumbuh, sehingga tidak bisa lagi memiliki alis yang rapi dan tebal.

Sulam alis biasanya dilakukan untuk perempuan yang kulitnya pucat dan alisnya tipis. Namun, banyak juga yang mengalami kegagalan dalam sulam alisnya, alih-alih semakin menarik, alisnya justru terlalu tebal seperti tokoh komik Shinchan. Untuk menghindari kegagalan, pilih dulu warna alis dengan teknisi. Warna tersebut biasanya akan menjadi lebih terang dalam dua minggu berikutnya.

"Sulam alis itu layaknya rambut yang harus dicat karena uban, kadang mau warna merah kuning itu tren intinya semua orang ingin cat rambut, apalagi yang sudah tua beruban dan muda bisa dicat, dan kadang alis suka hilang harus retouch lagi dan untuk ketahanan shading satu tahun sehingga harus terus lakukan retouch," ungkap Felicia.

Felicia pun mengaku sangat optimistis usaha yang dijalankan semakin berkembang meski persaingan akan semakin ketat. Dalam usaha meyakinkan klien, dia selalu memberikan model atau preference maupun bahan yang terbaik dan semuanya hasil jasa layanannya bisa dilihat melalui portofolionya.

"Kita jelaskan kepada klien yang punya preferences masing-masing disesuaikan dengan bentuk muka. Kalau di Asia lebih suka datar, tapi untuk Eropa dan Amerika yang art, karena keliatan elegan dan seksi. Kalau alis datar keliatan muda, tergantung masing-masing dan kita hanya memakai bahan yang berkualitas meski saat ini klien memang sudah pintar dan kritis. Mereka sudah bisa menilai mana hasil yang terlihat natural tanpa kita harus menjelaskan," jelas Felicia.

Ke depannya, Felicia pun akan terus mencari variasi dan teknologi terbaru, karena pelanggan biasanya mencari tren yang terbaru dan mengikuti teknologi yang ada. Selain itu, melihat fenomena sulam alis yang kian digandrungi memang membutuhkan biaya yang tidak murah.

Dalam layanannya, studio Browliner Studio menawarkan berbagai treatment yakni Eyebrows Microblading, Eyebrow Embroidery, Eyeliner Embroidery dan Christal Lips Embroidery. Biaya layanannya pun bervariasi antara Rp1,9 juta hingga Rp2,5 juta. Besaran biaya tersebut dinilai masih terjangkau untuk ibu rumah tangga dan pekerja kantoran, dengan usia 24-40 tahun.
(nug)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak