alexametrics

Jilbab Pro dari Nike Masuk Produk Paling Laris di Dunia

loading...
Jilbab Pro dari Nike Masuk Produk Paling Laris di Dunia
Jilbab Pro yang diluncurkan Nike pada 2017 untuk penutup bagian kepala ini telah dinobatkan sebagai salah satu produk paling laris di dunia. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Nike yang meluncurkan jilbab olahraga untuk wanita muslim pada 2017 menjadi momen penting dalam industri fashion. Seiring waktu, jilbab merek Pro ini baru saja dinobatkan sebagai salah satu produk mode paling laris di dunia di platform pencarian mode global, Lyst.

Dilansir Independent, Pro menempati urutan ketujuh dalam indeks triwulanan Lyst di belakang sejumlah barang mewah di dunia fashion, termasuk sepatu sol kebesaran Alexander McQueen yang berada di posisi pertama, ikat kepala yang dihiasi dengan kancing hiasa Prada diposisi kedua dan tas Le Chiquito milik Jacqeumus di tempat ketiga.

Morgane Le Caer dari Lyst mengatakan meski merasa reduktif untuk menyebut jilbab sebagai produk fashion panas, mengingat signifikansi religius, faktanya item fashion tersebut telah masuk ke dalam daftar. Artinya, koleksi tersebut menjadi salah satu barang-barang fashion paling laris di dunia atau digambarkan sebagai menarik dan penting.



"Ini mencerminkan banyak perubahan sosial-budaya yang telah berdampak pada industri fashion. Ada kebutuhan nyata dan permintaan yang terus meningkat akan fashion yang lebih inklusif. Pendekatan yang sepenuhnya inklusif untuk representasi dalam desain dan pemasaran sangat penting - baik untuk pelanggan dan merek," kata Le Caer.

Setiap tahun, Lyst menyusun laporan triwulanan berdasarkan perilaku belanja lebih dari lima juta orang per bulan yang membeli mode online di seluruh dunia dari 12.000 desainer dan toko. Data yanga ada memperhitungkan pertumbuhan merek, tingkat konversi dan penjualan, sebutan media sosial dan pencarian internet selama periode tiga bulan.

Mengikuti Pro Hijab Nike di tempat kedelapan adalah barang pokok Gucci lainnya, yakni sepatu kets Ace yang memiliki garis merah dan hijau khasnya. Selanjutnya diikuti oleh top turtleneck tie-dye Proenza Schouler, yang menurut laporan itu adalah bagian dari peningkatan minat pada tie-dye, dengan istilah itu menjadi salah satu kata kunci pencarian mode yang paling cepat berkembang tahun ini.

Indeks Lyst juga menggunakan datanya untuk memberi peringkat merek-merek terpanas tahun ini, dan itu tidak mengherankan bagi mereka yang tahu bahwa label streetwear kultus Off-White adalah pelopor kuartal ini lagi, setelah mendapatkan gelar yang sama di Oktober 2018. (Baca juga: Trik Menyempurnakan Bentuk Alis).

Merek desainer Subgive Virgil Abloh yang diilhami oleh athleisure jelas memiliki pengaruh pada industri ini, dengan penggemar selebriti termasuk Bella Hadid, Kanye West dan Hailey Bieber. Di tempat kedua di belakang Off-White adalah Gucci, Balenciaga, Valentino, Fendi dan Prada, yang semuanya adalah label Italia.

Di tempat ketujuh adalah streetwear merek Stone Island. Versace, Vetements dan Saint Laurent masing-masing berada di tempat kedelapan, kesembilan dan kesepuluh.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak