alexametrics

Siapa Sajakah yang Berisiko Terkena Kanker Nasofaring?

loading...
Siapa Sajakah yang Berisiko Terkena Kanker Nasofaring?
Ilustrasi. / Foto: Reuters
A+ A-
JAKARTA - Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia di usia 49 tahun (8 Juni 1969-22 Mei 2019) pada Rabu malam di Penang, Malaysia, karena beberapa penyakit yang diderita. Salah satunya kanker nasofaring yang membuatnya harus diterbangkan ke Malaysia untuk mendapatkan perawatan intensif.

(Baca juga: Kenali Kanker Nasofaring Seperti yang Diderita Ustaz Arifin Ilham)

Menurut American Cancer Society, kurang dari satu dalam setiap 100.000 orang di Amerika Serikat menderita kanker nasofaring. Kanker jenis ini paling umum ditemukan di Cina selatan dan Asia Tenggara. Penyakit ini juga jauh lebih umum di bagian lain dari Asia, Afrika Utara dan unit populasi di Alaska dan Kanada.



(Baca juga: Waspadai 12 Gejala Kanker Nasofaring)

Mengutip dari WebMD, kelompok imigran Cina dan etnis Hmong di AS juga menjadi salah satu kelompok yang berisiko terserang kanker nasofaring. Di Negeri Paman Sam, kanker nasofaring juga terlihat pada orang Afrika-Amerika, hispanik, dan orang kulit putih.

(Baca juga: 6 Pengobatan Kanker Nasofaring Seperti yang Dialami Ustaz Arifin Ilham)

Studi menunjukan seseorang yang gemar mengonsumsi makanan seperti ikan dan daging dengan garam tinggi atau diawetkan serta makanan asin lebih mungkin terkena kanker jenis ini. Memiliki riwayat keluarga kanker nasofaring, memiliki gen tertentu terkait dengan perkembangan kanker serta melakukan kontak dengan EBV berisiko alami kanker nasofaring.

(Baca juga: Risiko dan Penyebab Kanker Nasofaring yang Perlu Anda Ketahui)

Sementara, dibandingkan wanita, pria lebih berisiko besar terserang kanker nasofaring. Selain itu, penelitian telah menemukan risiko lebih tinggi dari kanker nasofaring pada orang yang merokok, minum banyak alkohol, terpapar debu kayu atau bahan kimia yang disebut formaldehyde.
(nug)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak