alexametrics

Gelar Syukuran, Jurnalis Hiburan PWI Jaya Siap Lakukan Penyegaran

loading...
Gelar Syukuran, Jurnalis Hiburan PWI Jaya Siap Lakukan Penyegaran
Seksi Film, Musik & Lifestyle PWI DKI Jakarta menggelar syukuran sekretariat baru sekaligus buka puasa bersama. / Foto: ist
A+ A-
JAKARTA - Seksi Film, Musik & Lifestyle Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta menggelar syukuran sekretariat baru sekaligus buka puasa bersama di gedung Pusat Perfiliman H Usmar Ismail, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (28/5).

Ketua Sie Film & Lifestyle, Irish Riswoyo, dalam sambutannya mengatakan bahwa meskipun acaranya digelar dengan sederhana, namun memiliki makna yang luar biasa. Karena yang terpenting adalah menjaga tali silaturahim antar wartawan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandar mengajak seluruh pengurus saling mendukung untuk memajukan PWI Jaya, termasuk di dalamnya kejayaan seksi Film, Musik & Lifestyle."Seksi Film, Musik & Lifestyle PWI DKI menjadi titik awal kebangkitan PWI Jaya. Dulu segala aktivitasnya selalu diperhitungkan dan berbobot. Semoga melalui ketua yang baru ini nantinya bisa menjayakan lagi sie Film, Musik & Lifestyle," tutur Sayid.
Ketua DKP PWI Jaya, Diapari Sibatangkayu menyahut bahwa dirinya berharap ke depannya semakin banyak anggota baru, terutama wartawan muda yang tertarik bergabung di PWI Jaya. "Jujur kami mengakui masih ada wartawan yang kurang mengenal PWI secara umum. Jadi tugas kita bersama ke depan adalah lebih giat lagi mensosialisasikan PWI," tambahnya.



Dalam acara ini juga dilakukan diskusi yang diikuti lebih dari 30 jurnalis hiburan. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi tersebut, seperti perihal Uji Kompetensi Wartawan, hingga pengaktifan kembali IKWI (Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia).

Sementara itu, mantan vokalis band Boomerang, Roy Jeconiah juga menyempatkan diri untuk hadir dalam acara tersebut. Bukan sekadar hadir, penyanyi asal Surabaya itu turut menyumbangkan ide untuk kemajuan PWI Jaya.

"Karya jurnalistik itu bisa menjadi sebuah warisan. Contohnya ketika tahun 1975 dulu band Deep Purple main di Jakarta saya tidak nonton, karena saya masih kecil. Tapi saya bisa tahu bagaimana kehebatan band tersebut main di GBK melalui tulisan-tulisan dari wartawan yang waktu itu datang meliput konsernya. Jadi tulisan dari jurnalis ini bisa memberikan pengalaman yang luar biasa bagi generasi selanjutnya. Termasuk generasi milenial," jelas rocker kelahiran 6 November 1969.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak