Pulihkan Habitat Ubur-Ubur Langka, Danau di Pulau Kakaban Masih Ditutup Sementara
Rabu, 03 Juli 2024 - 23:53 WIB
loading...
Pulau Kakaban atau yang dikenal dengan Danau Ubur-Ubur yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hingga saat ini masih ditutup sementara untuk para wisatawan. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Pulau Kakaban atau yang dikenal dengan Danau Ubur-Ubur yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hingga saat ini masih ditutup sementara untuk para wisatawan. Penutupan Danau Ubur-Ubur yang dilakukan sejak akhir 2023 bertujuan untuk memulihkan destinasi wisata yang menjadi habitat bagi ubur-ubur tidak menyengat itu.
Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, ubur-ubur yang biasanya kerap menemani para wisatawan berenang tersebut, tak lagi muncul di perairan Pulau Kakaban.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno baru-baru ini meninjau dan melihat secara langsung kondisi pulau tersebut. Usai melakukan tinjauan, Sandiaga mengatakan, keberlanjutan habitat dan kelestarian ubur-ubur langka ini harus menjadi prioritas serta tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Sambangi Pulau Maratua, Sandiaga Uno Bertemu para Pelaku UMKM Kuliner
Di wilayah tersebut terdapat empat spesies ubur-ubur tidak menyengat, namun menurut keterangan pengelola dalam enam bulan terakhir hewan invertebrata tersebut menghilang.
"Ini mungkin diakibatkan atau hampir bisa dipastikan karena jumlah minat wisatawan yang tinggi, juga penggunaan zat kimia bagi yang berenang dengan menggunakan skincare atau body lotion, glowing, namun destroying,” ujar Sandiaga.
Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, ubur-ubur yang biasanya kerap menemani para wisatawan berenang tersebut, tak lagi muncul di perairan Pulau Kakaban.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno baru-baru ini meninjau dan melihat secara langsung kondisi pulau tersebut. Usai melakukan tinjauan, Sandiaga mengatakan, keberlanjutan habitat dan kelestarian ubur-ubur langka ini harus menjadi prioritas serta tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Sambangi Pulau Maratua, Sandiaga Uno Bertemu para Pelaku UMKM Kuliner
Di wilayah tersebut terdapat empat spesies ubur-ubur tidak menyengat, namun menurut keterangan pengelola dalam enam bulan terakhir hewan invertebrata tersebut menghilang.
"Ini mungkin diakibatkan atau hampir bisa dipastikan karena jumlah minat wisatawan yang tinggi, juga penggunaan zat kimia bagi yang berenang dengan menggunakan skincare atau body lotion, glowing, namun destroying,” ujar Sandiaga.
Lihat Juga :