alexametrics

Demi Kesehatan, Hal-Hal Ini Perlu Dihindari Saat Merayakan Lebaran

loading...
Demi Kesehatan, Hal-Hal Ini Perlu Dihindari Saat Merayakan Lebaran
Ilustrasi. / Foto: dok. SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Rangkaian Lebaran dengan berbagai aktivitas kerap memberikan dampak yang kurang begitu bagus buat kesehatan. Guna menghindari hal buruk tersebut, diperlukan kewaspadaan dan tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit seputar Lebaran.

Dengan kondisi pasca puasa Ramadhan, seseorang seharusnya memiliki kesehatan prima, karena tubuh sudah melakukan proses detoksifikasi, pengontrolan gula darah dan kolesterol sehingga tercapainya ketenangan jiwa yang optimal. Namun, faktanya banyak masyarakat yang mendapatkan kondisi sebaliknya setelah puasa. Bahkan sampai mengalami kecacatan dan kematian.

Kondisi tersebut umumnya terjadi pada minggu pertama setelah Lebaran, sehingga menyebabkan berbagai pusat layanan kesehatan, mulai dari puskesmas sampai rumah sakit dibanjiri mereka yang sakit. Sedangkan instalasi gawat darurat di rumah sakit berisi pasien-pasien berat seperti stroke, serangan jantung, kegawatdaruratan karena gula darah dan infeksi paru.



"Pada minggu-minggu pertama setelah Lebaran pasien-pasien yang datang ke unit gawat darurat RS (rumah sakit) karena diare serta berbagai penyakit kronis yang mengalami kekambuhan hipertensi yang tidak terkontrol, bahkan sampai stroke atau serangan jantung serta gula darah yang tidak terkontrol," jelas Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Ari Fahrial Syam dalam blog reseminya.

Lantas kenapa hal itu bisa terjadi?

Ini tidak lain karena makanan dan minuman yang disediakan saat silahturahim berkunjung ke rumah sanak keluarga dan kerabat umumnya tinggi lemak, manis dan asin serta tinggi kalori. Prof Ari mengatakan, untuk kue misalnya yang terbuat dengan kuning telur yang banyak mengandung kolesterol yang tinggi. Begitu juga dengan hidangan yang banyak mengandung santan, mengandung lemak yang tidak baik untuk kesehatan.

Berbagai minuman kaleng yang bersoda juga disediakan selama Lebaran. Tentunya makanan-minuman ini jika dikonsumsi oleh seseorang yang sudah menderita penyakit kronis, dapat menyebabkan kekambuhan pada penyakitnya. Seperti halnya pasien dengan penyakit kencing manis akan berisiko gula darah menjadi tidak terkontrol.

"Apalagi jika makanan tersebut dimasak berulang-ulang sehingga lemak jenuhnya semakin tinggi dan ini sudah tidak baik untuk kesehatan. Pasien dengan penyakit darah tinggi, tekanan darahnya menjadi tidak terkontrol. Pasien dengan hiperkolesterol atau asam urat tinggi maka keadaan kolesterol dan asam urat tingginya menjadi bertambah parah," terang Prof Ari.

Oleh karena itu diperlukan antisipasi dengan berbagai penyakit pasca Lebaran merupakan hal yang penting. Prof Ari mengimbau masyarakat harus waspada dan tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit pasca Lebaran. Pastikan juga istirahat cukup dan beristirahat satu hari sebelum melaksanakan kerja rutin.

"Tetap memperhatikan untuk membatasi makan yang terlalu asin atau terlalu manis. Banyak minum, kurangi minuman yang dingin dan goreng-gorengan yang akan mengiritasi saluran pernafasan kita. Sehingga pada saat harus beraktifitas kembali pasca Lebaran tetap berada dalam keadaan sehat wal afiat," tandasnya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak