alexametrics

Asap Nikotin dari Vape Tingkatkan Risiko Bronkitis Kronis

loading...
Asap Nikotin dari Vape Tingkatkan Risiko Bronkitis Kronis
Nikotin yang menguap dari rokok elektrik (vape) tidak hanya menghambat pembersihan lendir dari saluran udara, tapi juga meningkatkan risiko bronkitis kronis. (UCLA Newsroom)
A+ A-
JAKARTA - Nikotin yang menguap dari rokok elektrik atau vaping tidak hanya menghambat pembersihan lendir dari saluran udara, tapi juga meningkatkan risiko bronkitis kronis. Para peneliti menyatakan bahwa satu sesi vaping dapat memberikan lebih banyak nikotin di saluran udara daripada merokok satu batang. Penelitian ini diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

"Pertanyaannya adalah apakah vape yang mengandung nikotin memiliki efek negatif pada kemampuan untuk membersihkan sekresi dari saluran udara yang mirip dengan asap tembakau," kata Matthias Salathe, penulis senior studi dan Profesor di University of Kansas seperti dilansir dari Times Now News.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa vaping dengan nikotin mengganggu frekuensi detak jantung, mendehidrasi cairan saluran napas dan membuat lendir lebih kental atau lengket. Perubahan ini membuatnya lebih sulit bagi bronkus, jalur utama ke paru-paru, untuk mempertahankan diri dari infeksi dan cedera.



"Vaping dengan nikotin tidak berbahaya seperti yang biasa diasumsikan oleh mereka yang mulai vaping. Paling tidak, itu meningkatkan risiko bronkitis kronis," ujar Salathe.

Para peneliti mengamati bahwa mengekspos sel-sel saluran napas manusia ke uap rokok elektrik yang mengandung nikotin mengakibatkan penurunan kemampuan untuk memindahkan lendir atau dahak di permukaan. Kondisi ini disebut juga sebagai disfungsi mukosiliar.
Disfungsi mukosiliar merupakan gambaran dari banyak penyakit paru-paru, termasuk diantaranya adalah asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan fibrosis kistik.

Untuk penelitian ini, para peneliti menguji efek uap rokok elektrik yang mengandung nikotin pada fungsi mukosiliar jalan napas dalam sel-sel epitel bronkial manusia (HBECs) dan domba yang berbeda, yang saluran udaranya meniru orang-orang ketika terkena uap rokok elektrik.

Terkait temuan penelitian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa nikotin menghasilkan efek negatif dengan menstimulasi potensi reseptor transien saluran ion ankyrin 1 (TRPA1). Sementara, memblokir TRPA1 mengurangi efek nikotin pada pembersihan di kedua sel manusia dan pada domba.
(alv)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak