alexametrics

Bullying Saat Sekolah Picu Masalah Kesehatan Mental

loading...
Bullying Saat Sekolah Picu Masalah Kesehatan Mental
Anak yang mengalami perundungan atau bullying terutama di sekolah berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental dan pengangguran di kemudian hari. (Concordia University-Portland College of Education)
A+ A-
JAKARTA - Anak yang mengalami perundungan atau bullying berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental dan pengangguran di kemudian hari. Hal ini berdasarkan temuan terbaru di mana penelitian yang dipresentasikan pada konferensi tahunan Royal Economic Society di University of Warwick, menyebutkan bahwa diintimidasi di sekolah meningkatkan tingkat masalah kesehatan mental pada usia 25 hingga 40%.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa ditindas berdampak negatif pada hasil jangka panjang yang penting, terutama pengangguran, pendapatan, dan kesehatan yang buruk," kata rekan penulis Emma Gorman dari Lancaster University, Inggris seperti dilansir dari Times Now News.

"Penindasan tersebar luas di sekolah-sekolah dan banyak studi mendokumentasikan hubungan negatif antara penindasan dan hasil pendidikan," tambah Gorman.



Untuk penelitian ini, tim menganalisis data pada lebih dari 7.000 siswa berusia 14—16. Sekitar setengah dari murid yang terlibat, yang diwawancarai secara berkala sampai mereka berusia 21, dan sekali lagi pada usia 25, dilaporkan mengalami beberapa jenis intimidasi antara usia 14 dan 16.

Para peneliti juga menemukan bahwa ditindas meningkatkan kemungkinan pengangguran pada usia 25 sekitar 35% dan bagi yang dipekerjakan, itu mengurangi pendapatan mereka sekitar 2%.

"Ditindas menyebabkan efek yang merugikan pada kehidupan anak-anak tidak hanya dalam jangka pendek tetapi selama bertahun-tahun setelah itu. Ini lebih jelas di kalangan siswa yang mengalami intimidasi terus-menerus, atau jenis kekerasan intimidasi," tutur Gorman.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak