alexametrics

7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang

loading...
7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang
Ada 7 oleh-oleh yang wajib dibawa pulang para pengunjung jika berkunjung ke Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Tak hanya makanan, kerajinan tangan pun ada. (Foto: SINDOnews/Asep Supiandi)
A+ A-
PURWAKARTA - Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Barat. Tak afdol rasanya jika wisatawan tak membawa pulang atau buah tangan khas dari kabupaten ini.

Rupanya, oleh-oleh yang menjadi khas Purwakarta sudah ada sejak lama sebelum kabupaten ini ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Barat. Berikut tujuh oleh-oleh yang menjadi rekomendasi bagi setiap wisatawan yang datang.

1. Gula Cikeris
7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang

Gula cikeris merupakan gula aren yang dikemas mini sebesar tutup botol air mineral. Selintas mirip permen yang banyak dijajakan di warung-warung. Sehingga dengan kemasan mini seperti ini, terlihat cukup unik dan menjadi pembeda dari gula aren lainnya yang dikemas ukuran jumbo.



Bahkan, beberapa varian gula cikeris dikemas lebih mini lagi, sehingga bisa disimpan di tas atau kantung celana. Potongan-potongan kecil gula aren ini disusun dengan lima tumpukan. Kemudian dibungkus dengan daun kelapa kering dan tampak mungil serta natural. Untuk urusan harga pastinya sangat ramah di dompet, dengan uang Rp50.000 bisa mendapat beberapa bungkus.

Oleh-oleh ini banyak dijajakan di sentra oleh-oleh oleh-oleh di Kecamatan Wanayasa. Bagi wisatawan bertujuan Lembang atau beberapa destinasi wisata di Kecamatan Wanayasa atau Bojong, pasti akan banyak menjumpai gula jenis ini yang digantung atau disimpan di etalase setiap gerai pinggir jalan.

Sebenarnya, bagi wisatawan yang penasaran proses pembuatan oleh-oleh ini, sangatlah mudah. Wisatawan yang melintas atau beriwisata ke Wanayasa dan Bojong bisa langsung menuju sentra produksi rumahannya di Kampung Saputra RT 10/03 Desa Pawenang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Di perkampungan tersebut produksi gula aren menjadi propesi andalan warga setempat. Hampir setiap rumah memproduksi gula aren ini.

2. Peuyeum Bendul

7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang

Peuyeum atau tape berbahan dasar singkong ini terbilang cukup melegenda di Purwakarta. Ya, Desa Bendul, Kecamatan Sukatani, menjadi satu-satunya sentra pengananan yang satu ini. Kemudian dinamailah prduk ini sesuai daerah asalnya peuyeum bendul.

Di sepanjang Jalan Raya Sukatani, tepatnya di Desa Bendul akan tampak gerai-gerai oleh-oleh di sepanjang samping kiri kanan jalan. Peyeum bendul selalu dipajang dengan cara digantung di balik etalase kaca. Beda dengan peuyeum bandung, ukuran peuyeum bendul lebih besar dan relative lebih panjang. Rasanya pun cukup manis apabila disantap langsun atau menjadi bahan dasar olah lain di rumah.

Di gerai-gerai itu, peuyeum bendul dijual di kisaran antara Rp10.000—15.000 per kilogramnya. Dengan sedikit menawar tentu harganya bisa lebih murah dengan kualitas oleh-oleh yang melegenda di tatar Purwakarta.

3. Colenak
7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang

Colenak dalam akronim Sunda berarti dicocol enak, yakni sebuah kudapan berbahan dasar peuyeum bendul yang dipanggang di atas bara api hingga warnanya kecoklatan. Setelah matang ditaburi parutan kelapa bercampur gula merah (enten). Oleh-oleh ini pun banyak dijual di sepanjang Jalan Raya Sukatani dan biasanya dijajakan satu paket dengan peuyeum bendul.

Rasanya cukup memberikan sensasi luar biasa di lidah. Apalagi taburan kacang tanah sebagai topingnya cukup serasi disantap di pagi atau malam hari bersama teh atau kopi pahit. Biasanya oleh-oleh ini banyak diburu oleh wisatawan yang berekreasi dari Bandung Barat atau sekitaran Waduk Cirata.

Para perajin colenak pun mengaku, penganan ini banyak beredar dan dijuak di Bandung. Tapi sebenarnya berasal dari Purwakarta. Saat ini di Desa Bendul satu-satunya daerah yang masih mempertahankan oleh-oleh tradisional ini. Selain itu, harganya pun di bawah kisaran Rp10.000 per bungkus. Murah bukan?

4. Simping Kaum

7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang

Satu lagi panganan khas sebagai oleh-oleh Purwakarta yang wajib dibawa pulang, yakni simping kaum. Produk olahan berbahan dasar tepung tapioka ini selintas seperti kerupuk. Bentuk bulat pipih dan renyah ketika dikunyah telah menempatkannya pada varian makanan ringan. Makana ini bisa dikonsumsi semua kalangan dan dijamin tidak mengandung kolesterol karena cara membuatnya tidaklah digoreng melainkan dipanggang.

Seiring dengan perjalanan waktu, simping kaum ini terus berkembang tidak hanya bercita rasa original, yakni rasa kencur. Melainkan sudah beraneka macam rasa, dari mulai rasa stroberi, nanas, nangka, cabai, bawang hingga rasa keju.

Makanan ringan ini pun banyak dijajakan di sepanjang Jalan MR Kusumahatmaja atau tidak jauh dari perkantoran Pemkab Purwakarta. Rupanya ada keistimewaan dari oleh-oleh ini, selain harganya murah Rp9.000/bungkus, konon kabarnya dulu simping disukai para menak (bangsawan) Purwakarta. Bahkan, simping kaum sempat merambah Arab Saudi, karena saking banyaknya peminat di negeri padang pasir tersebut.

5. Miniatur Perahu

7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang

Tidak hanya berupa makanan yang menjadi oleh-oleh khas Purwakarta, beragam merchandise juga akan melengkapi kunjungan Anda ke Purwakarta. Salah satunya adalah miniatur perahu yang terbuat dari kayu limbah.

Cinderamata ini tidak terlepas dari aspek historis daerah yang dulu sempat berjaya dalam pembuatan perahu tradisional, yakni Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, yang letaknya tepat di bantaran Sungai Citarum. Berdasarkan catatan sejarah atau sebelum abad ke-20, Cikaobandung dikenal sebagai dermaga pelabuhan yang cukup ramai dan menjadi akses menuju Laut Jawa di utara. Menjadikan masyarakatnya tertempa untuk menciptakan perahu tradisional yang berkualitas.

Miniatur perahu ini seolah sebagai pengingat kejayaan bidang kemaritiman Purwakarta tempo dulu. Belum ada gerai khusus mengenai oleh-oleh bernilai seni ini, satu-satunya di workshop milik Arifin, seorang perajin miniatur perahu di Kampung/Desa Jatimekar RT 04/01 Kecamatan Jatiluhur.

Beragam miniature perahu dapat ditemui di sana dari mulai ukuran kecil hingga besar. Harganya juga bervariatif dari mulai puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Hasil karya seni ini pun kerap kali menjadi buah tangan bagi wisatawan yang datang ke Purwakarta.

6. Kerajinan Bambu
7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang

Meskipun belum cukup dikenal, kerajinan bambu di Purwakarta sudah mulai menggeliat seiring dengan kebijakan pemerintah setempat dalam upaya menggenjot sektor pariwisata. Salah satu kerajinan bambu dan menjadi alternatif buah tangan berada di Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta.

Bambu wulung (hitam) di sentra kerajinan milik Apud disulap menjadi celengan dan gelas multifungsi, yakni sebagai tempat minum atau tempat pensil. Untuk harganya cukup variatuf tergantung ukuran, dari mulai Rp20.000, Rp35.000 dan celengan Rp100.000. Tentu saja tidak hanya itu, perkakas rumah tangga seperti lemari pun acapkali dia buat.

Bambu sebagai bahan dasar kerajinan tersebut identik dengan sebagian wilayah Purwakarta yang menjadi sentra pohon bambu. Sehingga untuk pengadaan bahan baku terbilang mudah dan membuat perajin bambu di Purwakarta secara leluasa terus berkreasi menciptakan produk-produk baru.

7. Keramik Plered

7 Oleh-Oleh Khas Purwakarta yang Wajib Dibawa Pulang

Kecamatan Plered menjadi salah satu kecamatan yang dikenal sejak dulu sebagai pusat gerabah. Tak heran jika di sepanjang Jalan Raya Anjun-Plered, terdapat banyak gerai keramik. Beragam produk seperti guci, kendi, vas bunga hingga cobek dan ulekan, dengan desain unik dan indah banyak dipajang sepanjang jalur itu.

Di setiap akhir pecan atau libur nasional, banyak wisatawan yang sengaja singgah ke sentra kerajinan gerabah itu. Banyak di antara mereka memborong bergam produk untuk dijadikan oleh-oleh buat kolega atau keluarga.

Desain keramik di Plered sangatlah berkelas dan banyak diminati turis mancangera. Tingginya minat wisatawan mancanegara tersebut tentu saja semakin menaikkan pamor kerajinan tanah merah ini yang berbanding lurus terhadap terdongkraknya harga.

Tapi jangan khawatir, tidak semua produk kerajinan ini mahal. Bahkan, sejumlah produk banyak yang berkisaran di harga Rp30.000—40.000. Sehingga dengan harga murah bisa mendapatkan kualitas tinggi. Silakan berpetualang keramik di Plered untuk mendapat kepuasan jiwa seni Anda.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak