alexametrics

Pentingnya Gaya Hidup Sehat Bagi Calon Jamaah Haji

loading...
Pentingnya Gaya Hidup Sehat Bagi Calon Jamaah Haji
Gaya hidup sehat menjadi bagian penting bagi calon jamaah haji. Tak hanya itu, ada banyak aspek kesehatan yang harus diperhatikan. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Aspek kesehatan menjadi hal yang penting dalam menjalani ibadah haji. Untuk itu dibutuhkan kesiapan agar ibadah berjalan lancar. Pasalnya, pada tahun lalu, masih banyak calon haji yang kurang persiapan. Ada 4.000 jamaah haji yang dirawat dan ada hampir 400 ribu lebih jamaah rawat jalan.

"Jadi kita bisa melakukan kesimpulan selama pelaksanaan haji, yakni 76 hari, rata-rata seseorang bisa dua kali diperiksa oleh dokter," Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dr dr Eka Jusup Singka, M.Sc di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Saat ini Kemenkes terus berupaya memberikan fasilitas memadai dan pendampingan bagi para calon jamaah haji, sebelum berangkat hingga tiba di Tanah Suci.



"Vaksin juga penting, vaksin meningitis yang saat ini digunakan sudah halal, sudah tidak ada keraguan, ada sertifikat MUI, selain itu di Indonesia ada juga vaksin influenza, tapi tidak diwajibkan, hanya pilihan, bisa secara mandiri, pemerintah tidak mengadakan vaksin tersebut dan bisa dibeli masing-masing jamaah," jelas Eka.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Drg Oscar Primadi MPH menambahkan, ada beberapa imbauan yang harus diingat calon jamaah, seperti menerapkan gaya hidup sehat, menjaga diri, jaga lingkungan, dan menerapkan kebiasaan positif.

"Gunakan selalu alat pelindung diri seperti kacamata, masker, sendal, kurangi aktivitas yang tidak perlu, sering minum dan jangan menunggu haus, gunakan water spray untuk menyegarkan wajah, jaga adab bersin dengan menutup hidung dan mulut, hindari tempat berdesakan, hindari berdekatan dengan unta, jangan terlalu memaksakan diri, segera laporkan bila mengalami gangguan kesehatan, petugas siap memberikan layanan terbaik bagi jemaah," papar Oscar.

Untuk lansia, harus ada pendamping seperti keluarga dekat atau jangan terpisah dari kelompok. "Bagi lansia Shock culture pasti terjadi, hindari tempat ramai, kadang mereka suka lupa, linglung, jangan dibiarkan sendiri, jika ada keluhan pergunakan fasilitas kesehatan yang ada, di Madinah kita punya klinik dengan fasilitas ICU, psikiatri, klinik gigi, lebih paripurna," imbuhnya.

"Untuk lanisa, Percayakan pada kelompok, ada 9-10 orang, kloter ini yang akan kita manfaatkan jadi jemaah tidak sendirian, berangkat bersama regu," tambah dr Eka.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak