Review Film Hijack 1971: Kisah Pembajakan Pesawat dengan Bumbu Sosial Politik
Rabu, 17 Juli 2024 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Setahun kemudian, Tae-in menjadi kopilot pesawat komersial. Ia melakukan tugasnya bersama kapten Gyu-sik (Sung Dong-il), terbang dengan Korean Airlines dari Gangneung menuju Seoul.
Namun belum lama berada di udara, pesawat tersebut dibajak oleh seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Yong-dae (Yeo Jin-goo). Sambil membawa dua bom tangan, ia memerintahkan agar pesawat mengarah ke Korea Utara.
Film arahan Kim Seong-han dengan skenario dari Kim Kyung-chan (1987: When the Day Comes, Pipeline) ini tergolong film slow burn. Meski kisahnya langsung dibuka dengan aksi pembajakan, tapi ini baru sebagai latar belakang dari peristiwa pembajakan utamanya.
Keseruan baru terjadi setelah nyaris separuh durasi film berjalan. Setelah itu, klimaksnya jadi benar-benar seru dan menegangkan, juga dramatis khas film-film aksi pembajakan.
![Review Film Hijack 1971: Kisah Pembajakan Pesawat dengan Bumbu Sosial Politik]()
Foto: Sony Pictures Entertainment Korea
Meski begitu, Hijack 1971 punya nilai lebih karena menaruh konteks sosial politik dalam filmnya. Pada awal cerita digambarkan bahwa kopilot yang bertaruh nyawa saat pembajakan pada 1969 ternyata tetap ditahan di Korea Utara saat mayoritas penumpang akhirnya dipulangkan ke Korea Selatan.
Sementara itu keluarganya sudah kadung dituduh sebagai komunis karena dianggap terlibat pembajakan, meski namanya sudah dibersihkan. Hidup mereka pun tak lagi sama.
Namun belum lama berada di udara, pesawat tersebut dibajak oleh seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Yong-dae (Yeo Jin-goo). Sambil membawa dua bom tangan, ia memerintahkan agar pesawat mengarah ke Korea Utara.
Review Film Hijack 1971
Film arahan Kim Seong-han dengan skenario dari Kim Kyung-chan (1987: When the Day Comes, Pipeline) ini tergolong film slow burn. Meski kisahnya langsung dibuka dengan aksi pembajakan, tapi ini baru sebagai latar belakang dari peristiwa pembajakan utamanya.
Keseruan baru terjadi setelah nyaris separuh durasi film berjalan. Setelah itu, klimaksnya jadi benar-benar seru dan menegangkan, juga dramatis khas film-film aksi pembajakan.

Foto: Sony Pictures Entertainment Korea
Meski begitu, Hijack 1971 punya nilai lebih karena menaruh konteks sosial politik dalam filmnya. Pada awal cerita digambarkan bahwa kopilot yang bertaruh nyawa saat pembajakan pada 1969 ternyata tetap ditahan di Korea Utara saat mayoritas penumpang akhirnya dipulangkan ke Korea Selatan.
Sementara itu keluarganya sudah kadung dituduh sebagai komunis karena dianggap terlibat pembajakan, meski namanya sudah dibersihkan. Hidup mereka pun tak lagi sama.
Lihat Juga :