alexametrics

JMM Smart Race, Padukan Olahraga dan Edukasi Wisata Bersejarah di Jakarta

loading...
JMM Smart Race, Padukan Olahraga dan Edukasi Wisata Bersejarah di Jakarta
Banyak lokasi-lokasi bersejarah di Jakarta yang berpotensi untuk menjadi daya tarik wisata sebuah kota. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Sebagai ibu kota negara, Jakarta tidak hanya menjadi pusat perekonomian, namun juga menyimpan banyak peninggalan-peninggalan bersejarah. Dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, Jembatan Kotan Intan, balai kota Pemerintahan Belanda yang kini dikenal Museum Sejarah Jakarta (Fatahilah), hingga bangunan bersejarah yang berjejer di kawasan Tanah Abang dan Cikini.

Lokasi-lokasi tersebut merupakan sebuah potensi yang bisa menjadi daya tarik wisata sebuah kota, layaknya kota-kota besar di beberapa negara yang mengangkat bangunan bersejarah sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.

Menyadari potensi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya melakukan pengembangan kualitas museum-museum yang ada di Jakarta, peningkatan sarana, aksesibilltas, serta strategi promosi dan publikasi yang efektif dan efisien. Kesemuanya itu tentunya membutuhkan kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, stakeholders, serta masyarakat itu sendiri.



Nantinya museum-museum baik yang dikelola Pemerintah DKI Jakarta maupun Pemerintah Pusat akan menjadi destinasi utama bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Saat ini tercatat ada 13 museum di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Bahari, Museum Joang 45, Museum Prasasti, Museum MH Thamrin, Museum Tekstil, Taman Arkeologi Onrust, PBB Setu Babakan, Monumen Nasional, Rumah Si Pitung, dan Museum Benyamin Sueb.

Semua itu adalah potensi untuk menarik wisatawan ke Jakarta, sehingga diperlukan langkah-langkah yang kreatif dan inovatif untuk mempublikasikan potensi tersebut ke seluruh masyarakat. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembenahan di sisi sarana, kualitas, dan promosi museum-museum yang ada," ujar Kepala Disparbud Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi di Jakarta, baru-baru ini.

"Mengikuti tren yang ada di tengah-tengah masyarakat menjadi salah satu strategi bagi kami untuk mempromosikan museum di Jakarta, jika tahun-tahun sebelumnya kami telah sukses mengadakan lomba vloger, bloger, dan lomba foto amatir tentang museum di Jakarta, maka tahun ini kami menyelenggarakan Jakarta Museum Marathon Smart Race 2019," katanya lagi.

JMM Smart Race 2019 yang akan diselenggarakan 3-4 Agustus 2019 ini merupakan sebuah inovasi Disparbud DKI Jakarta dalam mempromosikan museum-museum yang ada di Jakarta dengan menggabungkan olahraga dan wisata (sport tourism). Kegiatan serupa juga sudah banyak dilakukan di kota-kota besar mancanegara lainnya, dan terbukti mampu menarik wisatawan.

"JMM Smart Race 2019 ini akan berbeda dengan event-event serupa di tempat lain, karena kami akan membuat event ini lebih fun, akan lebih menyenangkan bagi seluruh peserta, karena saat acara berlangsung mereka tidak hanya akan jadi peserta lomba tetapi juga akan menjadi duta promosi museum Jakarta melalui media sosial masing-masing," ujar Edy Junaedi.

JMM Smart Race 2019 memang dibuat sebagai sebuah sport tourism yang memanfaatkan teknologi digital melalui media sosial sebagai sarana yang dominan selama pelaksanaan. Kategori lomba JMMSR 2019 terbagi dalam kategori Jelajah Museum, DUO Family, DUO Kostum Unik dan DUO Umum. Perlombaan ini terbuka untuk umum dari seluruh Indonesia dan merupakan program tahunan dalam rangka ulang tahun Jakarta ke-492. Dan pendaftaran sudah dibuka sejak 5 Juli 2019.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak