Lagu Baru TXT Diboikot, MOA Singgung Isu Kemanusiaan di Kongo dan Palestina
Minggu, 21 Juli 2024 - 11:43 WIB
loading...
Bagu baru TXTberjudul Open Always Wins diboikot fans, MOA. Foto/ Instagram
A
A
A
JAKARTA - TXT baru-baru ini merilis lagu baru bertajuk “Open Always Wins” yang berkolaborasi dengan merek elektronik asal Korea, Samsung untuk peluncuran ponsel barunya. Lagu tersebut juga menjadi tagline sponsor Olimpiade Paris 2024.
Meskipun dukungan dan kolaborasi merek ternama biasanya dianggap sebagai pencapaian dalam ruang fandom K-Pop, tapi belakangan ini semakin banyak penggemar yang berhati-hati terhadap merek apa yang dikaitkan dengan idola favorit mereka.
Baca Juga: Selera Musik Presiden Amerika, Barack Obama Suka Lagu U2 hingga Kendrick Lamar
Afiliasi sosiopolitik suatu merek dengan cepat menjadi bahan pertimbangan di kalangan penggemar K-Pop, sebagian besar disebabkan oleh gerakan pro-Palestina dalam subkultur tersebut. Akibatnya, asosiasi idola dengan merek-merek, seperti Starbucks, McDonald’s atau bahkan superbrand mewah LVMH telah dikritik dan diboikot banyak orang.
Lagu TXT untuk merek dadang itu juga mendapat penolakan serupa dari fanbase mereka, MOA. Namun, ada banyak alasan di balik hal ini, poin pertama yang menjadi perdebatan adalah kemungkinan kontribusi Samsung terhadap eksploitasi tenaga kerja yang tidak manusiawi di Kongo.
Meskipun dukungan dan kolaborasi merek ternama biasanya dianggap sebagai pencapaian dalam ruang fandom K-Pop, tapi belakangan ini semakin banyak penggemar yang berhati-hati terhadap merek apa yang dikaitkan dengan idola favorit mereka.
Baca Juga: Selera Musik Presiden Amerika, Barack Obama Suka Lagu U2 hingga Kendrick Lamar
Afiliasi sosiopolitik suatu merek dengan cepat menjadi bahan pertimbangan di kalangan penggemar K-Pop, sebagian besar disebabkan oleh gerakan pro-Palestina dalam subkultur tersebut. Akibatnya, asosiasi idola dengan merek-merek, seperti Starbucks, McDonald’s atau bahkan superbrand mewah LVMH telah dikritik dan diboikot banyak orang.
Lagu TXT untuk merek dadang itu juga mendapat penolakan serupa dari fanbase mereka, MOA. Namun, ada banyak alasan di balik hal ini, poin pertama yang menjadi perdebatan adalah kemungkinan kontribusi Samsung terhadap eksploitasi tenaga kerja yang tidak manusiawi di Kongo.
Lihat Juga :