alexametrics

Robbie Williams Ungkap Perjuangannya Melawan Agorafobia

loading...
Robbie Williams Ungkap Perjuangannya Melawan Agorafobia
Robbie Williams akhirnya mengungkap masalah yang pernah dihadapi, dimana dia mengalami agorafobia dan berjuang melawan ketakutannya itu. Foto/Instagram.
A+ A-
JAKARTA - Bintang pop asal Inggris, Robbie Williams mengungkap perjuangannya melawan agoraphobia, ketakutan akan tempat-tempat umum yang membuatnya "tidak dapat meninggalkan sofa".

Agorafobia merupakan jenis fobia dengan ketakutan dasar yang berasal dari perasaan terjebak di tempat umum, saat seseorang akan sulit untuk dapat melarikan diri, dan rasa takut tidak akan tersedianya pertolongan apabila seseorang mengalami serangan panik.

Bahkan, penyanyi berusia 45 tahun ini menolak tawaran 15 juta Poundsterling untuk menjadi juri 'American Idol' karena dia tidak bisa menghadapi masalahnya itu. (Baca juga: Keanu Reeves Ingin Hidup Mapan dengan Menikah dan Punya Anak).



“Karier saya telah berubah drastis dan membawa saya ke Mars, dan saya perlu waktu untuk mengembalikan keseimbangan saya dan membuat saya kembali bersama. Tubuh dan pikiran saya mengatakan bahwa saya tidak boleh pergi ke mana pun, bahwa saya tidak bisa melakukan apa-apa. Tubuhku memberitahuku untuk hanya menunggu. Jadi, aku benar-benar hanya duduk dan menunggu,” kata Robbie.

“Saya mengalami agorafobik sekitar 2006 hingga 2009. Tahun-tahun itu hanya dihabiskan dengan mengenakan kasmir kaftan, makan Keripik Kettle, memangjangkan jenggot dan diam di rumah. Saya ingat mereka menawari saya 15 juta Poundsterling untuk mengambil alih Simon Cowell di 'American Idol', ditambah pertunjukan besar di Amerika, tetapi saya menolaknya karena saya tidak meninggalkan sofa pada saat itu. Saya hanya tidak bisa,” sambungnya.

Mendengar lagu The Killers yang berjudul 'Human' di radio menjadi titik balik dalam hidupnya. Berbicara kepada The Sun pada surat kabar Sunday, Robbie mengenang masalahnya itu.

“Saya ingat mendengarkan lagu Killers dan sesuatu pada saat itu membuat saya berpikir, 'Saya lebih baik mendapatkan perlengkapan, meletakkan album bersama dan tur.' Tidak ada sajak atau alasan mengapa lima menit sebelum itu, itu tidak terjadi. Tetapi ketika saya kembali, rasanya sangat tidak wajar. Itu sebabnya kinerja Tubuh begitu buruk - Saya tidak tahu apa yang saya lakukan, itu tidak tampak alami bagi saya lagi,” tutur dia.

“Saya harus belajar kembali cara menghibur. Itu bukan proses yang mudah - itu seperti mengalami kecelakaan mobil dan kemudian belajar berjalan lagi,” sambungnya.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak