alexametrics

Duo Pianis Dunia Gelar Konser Musik Klasik Barat dan Timur

loading...
Duo Pianis Dunia Gelar Konser Musik Klasik Barat dan Timur
Pianis dua asal Prancis, Pascal dan Ami Roge, saat tampil dalam Heritage Concert Series di Gedung Kesenian Jakarta, belum lama ini. Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Hiburan musik kelas dunia disajikan pasangan pianis asal Prancis, Pascal dan Ami Roge dalam Heritage Concert Series di Gedung Kesenian Jakarta, belum lama ini. Musik yang dihasilkan memberikan warna tersendiri karena menggabungkan "budaya" Barat dan Timur.

Keduanya mengangkat budaya Indonesia dari karya-karya klasik milik legenda dunia, seperti Claude Debussy, Maurice Ravel dan Colin McPhee. "Apa yang mereka bawakan menjadi momen yang tepat untuk merayakan keindahan asimilasi budaya Timur dan Barat," ujar Ketua Komite Heritage Concert Series sekaligus Direktur Eksekutif Fagetti Group, Helen Gumanti.

“Konser mengetengahkan karya Claude Debussy, Maurice Ravel, dan Colin McPhee. Berbagai elemen tekstur, irama, warna suara dan filosofi dari gamelan hadir melalui musik tradisi Barat yang mereka bawakan,” kata Helen.



Dalam situsnya, lanjut dia, Brent Hugh menyebutkan musik tradisional Jawa memiliki relasi terhadap beberapa unsur alam, seperti laut, angin dan dedaunan. Ketiga suara alam ini menjadi inspirasi utama bagi Debussy dalam mahakaryanya yang berjudul La Mer, yang diperdengarkan sebagai puncak dari Heritage Concert ini.

Bukan sekadar konser, Heritage Concert Series merupakan sebuah rangkaian pertunjukan dengan dua keluaran. Selain konser itu sendiri, kegiatan ini akan selalu diikuti oleh sebuah video dokumenter yang membahas kajian berkenaan dengan tema dan situs warisan budaya yang sedang dijadikan sorotan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini akan diunggah sebagai sebuah saluran dokumenter yang dapat diakses oleh publik dari berbagai penjuru dunia. “Semoga dengan demikian, anak negeri dapat lebih mengenal kekayaan warisan budaya bangsanya dan semoga dengan Heritage Concert Series ini, Indonesia lebih mendapatkan sorotan di mata dunia,” ucapnya. Dia berjanji ini bukan konser heritage terakhir untuk lebih mengenalkan Indonesia kepada dunia.

Sementara itu, Ami Roge mengatakan, konser yang diadakan kali ini mempunyai emosi tersendiri. Sebab ayahnya yang berdarah Jepang pernah tinggal di Indonesia. “Sebelum ayah meninggal, saya sampaikan ke beliau bahwa saya akan konser di Indonesia. Lagu ini saya persembahkan bagi beliau,” kata Ami sebelum menutup konser dengan karya terakhirnya.

Pascal merasa senang dengan menggelar konser tersebut. “Ruangan penuh dengan audiens dan sikapnya baik selama konser berlangsung. Saya senang bermain di Indonesia,” ucapnya.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak