Ini Pentingnya Asam Amino untuk Proses Pemulihan Olahraga
Sabtu, 27 Juli 2024 - 16:16 WIB
loading...
Emilia E. Achmadi MS, Clinical Dietitian-Sport Nutritionist, memberikan paparan dalam workshop bertema Training-Fueling-Recovery pada acara Road to Garmin Run Indonesia 2024 yang dilaksanakan di Jakarta beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Asam amino merupakan senyawa organik penyusun zat gizi protein yang memiliki fungsi sangat penting bagi tubuh, terutama ketika berolahraga. Untuk para penggiat olahraga, asam amino diperlukan untuk membantu proses pemulihan otot dan mengurangi kelelahan setelah berolahraga.
Edukasi mengenai pentingnya asam amino terutama saat proses pemulihan olahraga dibagikan Ajinomoto melalui Brand aminoVITAL dalam Workshop bertema “Training-Fueling-Recovery pada acara Road to Garmin Run Indonesia 2024” yang dilaksanakan di Kopi Kalyan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Dihadiri oleh sekitar 50 orang sport enthusiast yang mayoritas tergabung dalam berbagai running community, dalam workshop kali ini Ajinomoto menghadirkan Emilia E. Achmadi MS, Clinical Dietitian-Sport Nutritionist untuk memberikan sharing session bagaimana memaksimalkan proses pemulihan dalam aktivitas olahraga dan sebagai persiapan bagi para peserta yang akan mengikuti race (running competition).
“Aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi seperti berlari jarak jauh memerlukan energi yang berkelanjutan untuk membantu mereka melewati latihan yang panjang. Salah satu kesalahan terbesar yang dibuat oleh para sport enthusiast adalah tidak melakukan proses pemulihan dengan benar dan tidak memberikan waktu cukup setelah sesi latihan maupun race. Efeknya, mereka berpotensi mengalami nyeri otot berkepanjangan, penurunan performa dalam aktivitas fisik, dan cedera," kata Emilia E. Achmadi.
"Hal yang saya sebutkan tadi bisa terjadi karena kita tidak memperhatikan energi sistem tubuh, namun kita mau lebih (dalam aktivitas running),” lanjutnya.
Oleh karena itu, tandas Emilia, penting bagi sport enthusiast mengetahui bagaimana energi sistem itu bekerja.
"Sebenarnya hal dasar yang perlu diperhatikan dalam energi sistem itu adalah asupan yang masuk ke tubuh kita, atau analogi mudahnya adalah bahan bakar apa yang tubuh kita perlukan untuk menghasilkan energi. Untuk memberikan bahan bakar yang tepat, pola makan yang sesuai harus diformulasikan dan diterapkan selama masa persiapan menuju satu race dan tidak lupa hidrasi tubuh juga penting," terangnya.
"Setelah kita mengaplikasikan asupan dan pola makan yang tepat, kemudian energi kita terpakai saat latihan ataupun race, jangan lupakan juga masa pemulihan. Di sinilah konsumsi makanan berprotein dan asam amino esensial memiliki peranan penting. Saya mengetahui aminoVITAL memiliki kandungan asam amino – BCAA (Branched-Chain Amino Acids) yang cukup banyak. BCAA (Leusin, Isoleusin, Valin) adalah 3 dari 9 asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari pangan lain," tambahnya.
Edukasi mengenai pentingnya asam amino terutama saat proses pemulihan olahraga dibagikan Ajinomoto melalui Brand aminoVITAL dalam Workshop bertema “Training-Fueling-Recovery pada acara Road to Garmin Run Indonesia 2024” yang dilaksanakan di Kopi Kalyan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Dihadiri oleh sekitar 50 orang sport enthusiast yang mayoritas tergabung dalam berbagai running community, dalam workshop kali ini Ajinomoto menghadirkan Emilia E. Achmadi MS, Clinical Dietitian-Sport Nutritionist untuk memberikan sharing session bagaimana memaksimalkan proses pemulihan dalam aktivitas olahraga dan sebagai persiapan bagi para peserta yang akan mengikuti race (running competition).
“Aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi seperti berlari jarak jauh memerlukan energi yang berkelanjutan untuk membantu mereka melewati latihan yang panjang. Salah satu kesalahan terbesar yang dibuat oleh para sport enthusiast adalah tidak melakukan proses pemulihan dengan benar dan tidak memberikan waktu cukup setelah sesi latihan maupun race. Efeknya, mereka berpotensi mengalami nyeri otot berkepanjangan, penurunan performa dalam aktivitas fisik, dan cedera," kata Emilia E. Achmadi.
"Hal yang saya sebutkan tadi bisa terjadi karena kita tidak memperhatikan energi sistem tubuh, namun kita mau lebih (dalam aktivitas running),” lanjutnya.
Oleh karena itu, tandas Emilia, penting bagi sport enthusiast mengetahui bagaimana energi sistem itu bekerja.
"Sebenarnya hal dasar yang perlu diperhatikan dalam energi sistem itu adalah asupan yang masuk ke tubuh kita, atau analogi mudahnya adalah bahan bakar apa yang tubuh kita perlukan untuk menghasilkan energi. Untuk memberikan bahan bakar yang tepat, pola makan yang sesuai harus diformulasikan dan diterapkan selama masa persiapan menuju satu race dan tidak lupa hidrasi tubuh juga penting," terangnya.
"Setelah kita mengaplikasikan asupan dan pola makan yang tepat, kemudian energi kita terpakai saat latihan ataupun race, jangan lupakan juga masa pemulihan. Di sinilah konsumsi makanan berprotein dan asam amino esensial memiliki peranan penting. Saya mengetahui aminoVITAL memiliki kandungan asam amino – BCAA (Branched-Chain Amino Acids) yang cukup banyak. BCAA (Leusin, Isoleusin, Valin) adalah 3 dari 9 asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari pangan lain," tambahnya.
Lihat Juga :