Cara Sandiaga Uno Angkat Kuliner Malang Mendunia, Kenalkan Makanan Bersama Sejarahnya
Minggu, 28 Juli 2024 - 20:20 WIB
loading...
Sandiaga Uno berbagi ilmu mengembangkan gastronomi di Kota Malang agar lebih mendunia. Foto/ MPI
A
A
A
MALANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berbagi ilmu mengembangkan gastronomi di Kota Malang, ilmu yang berhubungan dengan seni, filosofi, sosial-budaya hingga antropologi suatu makanan.
Sandiaga mengatakan gastronomi bukan hanya tentang makanan, juga tentang budaya, sejarah dan identitas sebagai bangsa. Oleh karena itu, dalam pengembangannya diperlukan konten kreatif yang mengedepankan narasi dengan menggunakan kekuatan budaya sebagai nyawa dari sebuah kuliner atau biasa yang disebut dengan storynomics.
Baca Juga: Kampung Wisata Kayutangan Heritage Malang Berpotensi Naik Level, Sandiaga Uno: Bisa Mendunia
“Jadi betul-betul memiliki filosofi, ada budaya yang terlibat, sejarah, ada story telling bagaimana oleh siapa, berapa yang terlibat bagaimana yang terlibat, resepnya seperti apa,” ucap Sandiaga Uno yang berbagi pengembangan gastronomi ke sejumlah komunitas di Kota Malang, Sabtu (27/7/2024) malam.
Sandiaga mencontoh Ronde Titoni Malang yang sudah ada sejak 1960-an. Menurut Sandiaga, makanan ini bisa dikemas dengan narasi sejarah awal kemunculan dan caranya bisa bertahan hingga sekarang.
Sandiaga menilai cerita seperti itulah yang membuat orang akan penasaran, di mana sebuah produk yang dihasilkan sehingga kemudian akan dicari oleh masyarakat luas. Dampaknya produk yang dikenalkan bisa dikenal hingga mendunia.
“Cerita-cerita seperti itu yang harus dikemas dan harus diceritakan kepada pelanggan sehingga potensi dari kuliner Malang ini bisa lebih banyak dikenal oleh nusantara dan dunia,” ungkap menteri berusia 55 tahun ini.
Sandiaga mengatakan gastronomi bukan hanya tentang makanan, juga tentang budaya, sejarah dan identitas sebagai bangsa. Oleh karena itu, dalam pengembangannya diperlukan konten kreatif yang mengedepankan narasi dengan menggunakan kekuatan budaya sebagai nyawa dari sebuah kuliner atau biasa yang disebut dengan storynomics.
Baca Juga: Kampung Wisata Kayutangan Heritage Malang Berpotensi Naik Level, Sandiaga Uno: Bisa Mendunia
“Jadi betul-betul memiliki filosofi, ada budaya yang terlibat, sejarah, ada story telling bagaimana oleh siapa, berapa yang terlibat bagaimana yang terlibat, resepnya seperti apa,” ucap Sandiaga Uno yang berbagi pengembangan gastronomi ke sejumlah komunitas di Kota Malang, Sabtu (27/7/2024) malam.
Sandiaga mencontoh Ronde Titoni Malang yang sudah ada sejak 1960-an. Menurut Sandiaga, makanan ini bisa dikemas dengan narasi sejarah awal kemunculan dan caranya bisa bertahan hingga sekarang.
Sandiaga menilai cerita seperti itulah yang membuat orang akan penasaran, di mana sebuah produk yang dihasilkan sehingga kemudian akan dicari oleh masyarakat luas. Dampaknya produk yang dikenalkan bisa dikenal hingga mendunia.
“Cerita-cerita seperti itu yang harus dikemas dan harus diceritakan kepada pelanggan sehingga potensi dari kuliner Malang ini bisa lebih banyak dikenal oleh nusantara dan dunia,” ungkap menteri berusia 55 tahun ini.
Lihat Juga :