alexametrics

Guru Dijadikan Ikon untuk Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas

loading...
Guru Dijadikan Ikon untuk Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas
Guru bisa menjadi bagian mentransformasi penanaman nilai-nilai keselamatan lalu lintas kepada anak didik atau orang tua siswa. / Foto: ist
A+ A-
JAKARTA - Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kepekaan dalam berlalu lintas dapat dilakukan dengan beragam cara, dan salah satunya adalah menanamkannya sejak kecil. Hal ini sebagaimana yang sudah cukup lama dilakukan Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) Korlantas Polri.

Ditkamsel Korlantas Polri pun telah melaksanakan Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas, yang dimasukkan dalam Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di tingkat Sekolah Dasar (SD) pada 2019.

Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru itu turut dihadiri pihak terkait, seperti Dir Kamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Dr. Cryshnanda Dwi Laksana S.IK, M.Si; Ketua Tim Materi Pendidikan Lalu Lintas (PLL) Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, Dr. Arnie Fajar M .Pd; Wadirlantas Polda Riau, AKBP Fadly Munzir Ismail SH, S.IK, M.Si; Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal; serta para guru SD se-Pekanbaru.



Dalam pemaparannya, Cryshnanda mengatakan bahwa kegiatan diseminasi model pendidikan dinas lalu lintas ini merupakan bagian dari edukasi. Hal tersebut merupakan upaya antisipasi keselamatan serta menanamkan nilai-nilai persetujuan dan disiplin dalam lintas lintas.

Melalui pendidikan diseminasi lalu lintas yang selama ini telah ada dikurikulum mata pelajaran PKn sangat bermanfaat bagi orang tua dari pelajar. Karena anak usia muda lebih menginginkan rasa tahunya dan juga sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sekitar.

"Kita sudah lama bekerjasama dengan Kemendikbud. Karena yang namanya lalulintas tidak bisa terlepas dari manusiannya. Orang patuh lalu lintas karena dari edukasi salah satunya. Ini bukan menekan angka kecelakaan tapi membangkitkan kesadaran, artinya kalau orang sadar maka mereka akan peduli atau peka terhadap masalah keselamatan," kata Cryshnanda dalam keterangan resminya, Jumat (2/8).

Lebih lanjut, Cryshnanda mengungkapkan bahwa pendidikan ini mulai dari dasar, para guru ini bisa menjadi ikon. Bahkan, menurutnya, bisa menjadi bagian mentransformasi penanaman nilai-nilai keselamatan lalu lintas kepada anak didik atau orang tua siswa.

"Kesadaran berlalu lintas penting bagi keselamatan kita sendiri dan orang lain. Maka saya berharap para guru memiliki peran dan fungsi yang sangat luar biasa, terutama guru SD bisa menjadi teladan atau pilar edukasi keselamatan lintas lintas sejak dini," lanjutnya.

Sementara itu, penerapan pendidikan lalu lintas di sekolah sekolah sudah mulai dilakukan pada 2010, dengan membuat kerjasama (MoU) atau konsultasi Polri dengan Kemendikbud RI. Isi MoU itu telah disetujui kembali pada 2017. Sedangkan strategi yang digunakan adalah mengintegrasikan nilai-nilai tertib lalu lintas dalam mata pelajaran di sekolah, saat ini khusus di mata pelajaran PKn.

"Penerapan pola diseminasi model integrasi pendidikan lalu lintas di sekolah ini dapat dengan konsep intra kurikuler atau dalam kelas serta tambahan kurikuler atau luar kelas," pungkasnya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak