alexametrics

Ke Surabaya? Jangan Lupa Kunjungi 7 Tempat Menarik Ini!

loading...
Ke Surabaya? Jangan Lupa Kunjungi 7 Tempat Menarik Ini!
Surabaya adalah salah satu kota di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi. Kota ini menawarkan beragam destinasi wisata dari destinasi sejarah hingga pasar. (Capture Indonesia)
A+ A-
JAKARTA - Surabaya adalah salah satu kota di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi. Di balik sejarahnya, ibu kota Jawa Timur ini juga menawarkan beragam destinasi wisata yang menarik. Mulai dari destinasi sejarah hingga pasar untuk berbelanja.

Destinasi ini bisa menjadi pilihan berlibur saat Anda menyambangi Surabaya. Berikut destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Surabaya seperti dikutip dari Travelingyuk.

1. Museum Sepuluh November

Mesum Sepuluh November diresmikan tahun 2000 dan berada di kawasan Tugu Pahlawan. Tempat wisata ini didirikan sebagai upaya mengenang keberanian para pemuda Surabaya dalam pertempuran heroik 10 November 1945. Dari kejauhan, wisata Surabaya ini tampak seperti menyembur dari tanah. Hal tersebut lantaran bangunannya berada tujuh meter di dalam permukaan tanah.

Museum ini menyimpan beberapa benda peninggalan Bung Tomo serta rekaman asli pidato Sang Pahlawan di Lantai 1. Pengunjung juga bisa melihat diorama yang menggambarkan aksi kepahlawanan pemuda Surabaya bersenjatakan bambu runcing melawan sekutu di Lantai 2. Museum Sepuluh November beralamat di Jalan Pahlawan, buka setiap hari antara pukul 08.00—14.30 WIB, kecuali Senin dan Hari Besar Nasional. Tiket masuk wisata Surabaya ini cukup murah, hanya Rp2.000 per orang.



2. Museum House of Sampoerna
Museum House of Sampoerna berada tak jauh dari kawasan Jembatan Merah. Daerah ini memiliki banyak bangunan kolonial yang masih dipertahankan keberadaannya hingga kini, termasuk gedung tempat museum menyimpan beragam koleksinya. Dari luar, museum terlihat tua namun tetap megah. Pintu masuknya dihiasi sejumlah tanaman segar tertata rapi dan pilar raksasa dengan bentuk mirip rokok. Sungguh menarik.

Museum House of Sampoerna menempati bangunan tua yang sudah berdiri sejak 1864 dan terdiri dari dua lantai. Anda akan menemukan tiga ruangan di lantai pertama. Salah satunya berisi replika warung bernuansa desa yang dulu dicetuskan oleh Liem Seeng Tee, pendiri P.T Sampoerna. Bergerak ke ruangan kedua, Anda akan menemukan koleksi foto keluarga serta Direksi P.T. Sampoerna dari masa ke masa serta melihat sejumlah alat pemantik rokok dan buku-buku lawas yang bercerita soal tembakau.

Masuk ruangan ketiga, Anda akan disambut alat-alat dan bahan untuk meracik rokok, melihat sejumlah produk rokok buatan Sampoerna, baik yang dijual di Indonesia maupun hanya diedarkan di luar negeri. Lantai dua Museum House of Sampoerna berfungsi sebagai tempat penjualan merchandise. Di sini Teman Anda juga bisa melihat kesibukan pekerja yang sedang melinting rokok. House of Sampoerna terletak di Taman Sampoerna no 6, Krembengan, Pabean Cantikan. Anda bisa berkunjung gratis setiap hari, mulai pukul 09.00—22.00 WIB.

3. Pasar Atum
Pusat perbelanjaan Pasar Atum berdiri sejak 1972 dan menyandang predikat terbesar di Surabaya. Gedungnya menyatu dengan Pasar Atum Mall dan belakangan dikembangkan dengan konsep modern. Semua tampak lebih tertata dan bersih. Salah satu hal menarik ketika belanja di Pasar Atum adalah seni tawar menawar antara penjual dan pembeli. Di sini Anda bebas meminta potongan harga karena mayoritas gerai dijaga langsung oleh sang pemilik.

Pasar Atum juga bisa dikatakan sebagai pusat fashion terkini dengan lebih dari 500 butik. Tertarik mengunjungi Pasar Atum? Anda bisa langsung meluncur ke Jalan Stasiun Kota no 7A. Pusat belanja ini buka tiap hari mulai pukul 10.00—17.00 WIB.

4. Surabaya North Quay
Wisata ini dikelola PT. Pelindo III dan sekaligus menjadi lokasi bersandarnya kapal pesiar internasional. Selain bisa melihat deretan perahu megah, di sini pengunjug juga bisa menikmati pemandangan indah di sepanjang Pelabuhan Tanjung Merak. Pengunjung juga bakal dimanjakan pertunjukan live music, aneka atraksi seni, pameran produk, dan pasar kuliner di lantai satu. Sementara itu, lantai dua terminal sudah diubah menjadi pusat perbelanjaaan dan lantai tiga menjadi pusat jajanan dan kuliner khas Surabaya.

Surabaya North Quay beralamat di Jalan Perak Timur, Pabean Cantian. Kawasan wisata ini buka antara Selasa—Minggu, mulai pukul 11.00--21.00 WIB. Tidak ada tiket masuk, namun Anda wajib membayar Rp75.000 jika ingin menjajal naik kapal keliling Selat Madura.

5. Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu merupakan penghubung jalan Pulau Jawa dan Madura. Selain digunakan sebagai penyebrangan, tempat ini belakangan juga jadi salah satu objek wisata menarik. Membentang hingga 5.438 meter, Suramadu menjadi jembatan terpanjang di seluruh Indonesia. Suramadu sendiri sebenarnya merupakan jalan tol biasa. Hanya saja bentuknya cukup unik dan kendaraan roda dua diperbolehkan lewat sini. Tak heran jika banyak wisatawan kerap menyempatkan mampir ke sini hanya untuk mengagumi arsitektur unik dan pemandangan sekitarnya.

Jembatan Suramadu berada di Jalan Tol Suramadu, Tambak Wedi, Kenjeran dan bisa diakses 24 jam. Pengguna sepeda motor tak perlu membayar karcis, sementara untuk kendaraan Golongan I, II, dan III masing-masing dikenakan pungutan Rp30.000, Rp45.000, dan Rp60.000.

6. Klenteng Sanggar Agung
Klenteng ini pertama dibuka pada 1999. Ciri khas utamanya adalah kehadiran patung setinggi 20 meter di tepi laut, lambang perwujudan Dewi Kwan Im. Bangunan ini didirikan atas prakarsa Keluarga Soetiadji Yudho untuk membawa semangat spiritual umat Tridharma, sekaligus menjadi ikon baru Surabaya. Salah satu yang membuat klenteng ini unik adalah lokasinya berada di pinggir laut. Bangunan ibadah ini pun nampak seperti teluk yang dikelilingi bakau.

Anda bisa mengunjungi Klenteng Agung di Jalan Sukolilo no 100. Buka 24 Jam, pengelola klenteng memungut tiket masuk untuk pejalan kaki Rp2.500, pengendara motor Rp5.000, dan pengguna mobil Rp10.000.

7. Monumen Kapal Selam

Wisata ini dibuka sejak 15 Juni 1998 dan menampilkan KRI Pasopati 410, armada milik TNI Angkatan Laut yang sempat digunakan untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kapal selam buatan Rusia tahun 1952 ini memiliki panjang 76 meter dan lebar 6,30 meter. Tidak terlalu lebar. Salah satu yang paling menarik dari Monkasel adalah periskopnya. Pengunjung bisa coba sensasi mengintai dari kedalaman laut. Sayangnya, lensa periskop ini tidak berada dalam kondisi bagus hingga pandangan yang dihasilkan tidak begitu jelas.

Monkasel bisa Anda kunjungi di Jalan Pemuda no 39, Embong Kaliasin, Genteng. Buka setiap hari, kalian bisa datang antara pukul 08.00—22.00 WIB. Pengecualian untuk Sabtu dan Minggu karena museum tutup sejam lebih awal. Sementara untuk tiketnya cukup murah, sekitar Rp5.000 per orang.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak