Profil Maharani Kemala, Crazy Rich Bali yang Resmi Tinggalkan MS Glow
Minggu, 04 Agustus 2024 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
Sejak saat itu, bisnis mereka melambung pesat. Salah satu kekuatan besarnya bisnis yang dia jalani, Maharani menjelaskan, adalah solitnya reseller. Ini yang membuat sebuah bisnis bisa terus eksis dan menghasilkan keuntungan.
Maharani mengungkap, saat awal menjalani bisnis kosmetika, dia dan rekannya merasa sangat kesulitan untuk memproduksi barangnya di pabrik besar atau pabrik lain, terlebih dia mengawali perjalanan bisnisnya dari nol, dan modalnya juga tidak banyak.
"Jadi dulu itu, kalau kita mau produksi, regulasinya berat banget. Saat itu kalau kita mau memproduksi, kita ditanya punya uang berapa, quantity harus berapa banyak," ungkapnya.
Sebagai pemain baru dalam bisnis kecantikan, terlebih dengan modal yang terbatas, Maharani mengatakan jika untuk proses produksi terpaksa harus menumpang di pabrik-pabrik besar.
"Kendala di kita, quantity-nya berapa, berapa yang mau diproduksi. Mereka, pabrik-pabrik besar itu selalu nanyain seperti itu, berapa sih yang mau dibuat di pabrik kita," akunya.
Bahkan, kerapkali Maharani mendapatkan penolakan di mana-mana untuk membuat produk kosmetiknya. Merasa lelah dengan pengalaman-pengalaman pahit tersebut, Maharani pun mulai berpikir untuk memiliki pabrik sendiri.
Maharani mengungkap, saat awal menjalani bisnis kosmetika, dia dan rekannya merasa sangat kesulitan untuk memproduksi barangnya di pabrik besar atau pabrik lain, terlebih dia mengawali perjalanan bisnisnya dari nol, dan modalnya juga tidak banyak.
"Jadi dulu itu, kalau kita mau produksi, regulasinya berat banget. Saat itu kalau kita mau memproduksi, kita ditanya punya uang berapa, quantity harus berapa banyak," ungkapnya.
Sebagai pemain baru dalam bisnis kecantikan, terlebih dengan modal yang terbatas, Maharani mengatakan jika untuk proses produksi terpaksa harus menumpang di pabrik-pabrik besar.
"Kendala di kita, quantity-nya berapa, berapa yang mau diproduksi. Mereka, pabrik-pabrik besar itu selalu nanyain seperti itu, berapa sih yang mau dibuat di pabrik kita," akunya.
Bahkan, kerapkali Maharani mendapatkan penolakan di mana-mana untuk membuat produk kosmetiknya. Merasa lelah dengan pengalaman-pengalaman pahit tersebut, Maharani pun mulai berpikir untuk memiliki pabrik sendiri.
Lihat Juga :