alexametrics

Mengenali Penyebab dan Gejala Kanker Dubur

loading...
Mengenali Penyebab dan Gejala Kanker Dubur
Kanker dubur merupakan kondisi di mana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum atau beberapa inci terakhir dari usus besar. (Daily Express)
A+ A-
JAKARTA - Menurut National Cancer Institute, kanker dubur merupakan kondisi di mana sel-sel ganas (kanker) terbentuk di jaringan rektum atau beberapa inci terakhir dari usus besar. Seringkali, kanker di dalam rektum dan kanker di dalam usus besar disebut sebagai kanker kolorektal. Kanker rektum dan usus besar serupa dalam banyak hal, namun perawatan mereka tidak sama.

Dilansir dari Times Now News, kanker dubur memiliki beberapa tanda dan gejala. Di antaranya nyeri perut atau ketidaknyamanan, perubahan kebiasaan buang air besar—sembelit, diare, gerakan usus yang menyakitkan, darah gelap atau merah di tinja, lendir dalam tinja, merasa seolah-olah usus tidak kosong sepenuhnya, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, nafsu makan yang berubah dan kelelahan.

Tidak jelas apa yang sebenarnya menyebabkan kanker dubur, namun para ahli kesehatan percaya bahwa kondisi ini terjadi ketika sel-sel sehat dalam rektum mengalami kesalahan dalam DNA mereka. Beberapa faktor seperti penuaan, gaya hidup yang kurang gerak, pola makan yang buruk seperti konsumsi daging merah, kelebihan berat badan atau obesitas, merokok, riwayat keluarga kanker dubur, kondisi tertentu seperti diabetes, penyakit radang usus dapat meningkat risiko kanker dubur. Sementara, faktor-faktor yang meningkatkan risiko kanker dubur sama dengan faktor yang meningkatkan peluang terkena kanker usus besar.



Pengobatan untuk jenis kanker ini sebagian besar didasarkan pada banyak faktor. Seperti halnya stadium kanker, apakah tumor telah menyebar ke atau melalui dinding usus hingga kesehatan umum pasien. Jika tumor belum menyebar ke lokasi yang jauh, pasien dengan kanker dubur biasanya diobati dengan operasi. Pilihan pengobatan lain, termasuk radiasi dan kemoterapi, juga dapat digunakan sebelum atau setelah operasi untuk mengurangi kemungkinan pertumbuhan kanker akan kambuh atau kembali.

Beberapa faktor risiko kanker seperti usia, riwayat keluarga, tidak dapat dihindari. Namun, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kanker dubur. Diantaranya adalah menjalani gaya hidup yang lebih sehat, konsumsi makan yang sehat, berolahraga secara teratur, hindari hal-hal penyebab kanker seperti terlalu banyak radiasi UV, penggunaan peralatan masak yang dilapisi teflon dan atau plastik dalam gelombang mikro.

Pencegahan lainnya adalah melakukan skrining untuk kanker kolorektal, terutama jika Anda memiliki faktor risiko. Pedoman umum merekomendasikan untuk melakukan tes skrining kanker kolorektal pertam pada usia 50 tahun. Menurut Mayo Clinic, kolonoskopi adalah tes skrining yang paling akurat. Kolonoskopi merupakan prosedur medis yang memeriksa bagian dalam usus besar (usus besar dan dubur).
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak