alexametrics

KitKat Jepang Gunakan Bungkus Kertas yang Dapat Didaur Ulang

loading...
KitKat Jepang Gunakan Bungkus Kertas yang Dapat Didaur Ulang
KitKat Jepang membuat perubahan pada tampilannya dengan mengganti bungkus plastik menjadi bungkus kertas yang dapat didaur ulang. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - KitKat telah menjadi suvenir pilihan bagi banyak pelancong di seluruh dunia. Rasanyanya pun begitu beragam, seperti sake, anggur prem dan bahkan rasa obat batuk. Sekarang, ada alasan lain bagi banyak orang untuk makin jatuh cinta pada produk ini.

Mulai akhir September ini, Nestle Jepang akan membuat perubahan besar pada tampilan KitKat. Inovasi ini dihadirkan dalam bentuk kemasan baru, di mana KitKat tidak lagi mengunakan kemasan plastic. Sebagai gantinya, hadir dengan kemasan kertas.

Dilansir Soranews24, dengan beralih pada kemasan kertas, Nestle berharap dapat menghemat 380 ton (418 ton) plastik setiap tahun. Perubahan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hanya menggunakan kemasan 100% yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali pada 2025.



Kemasan baru yang ramah lingkungan ini hadir pada lima produk berukuran besar, yakni KitKat Mini Original, The KitKat Mini Otona no Amasa, The KitKat Mini Otona no Amasa, KitKat Mini Otona no Amasa Strong Matcha dan paket KitKat Mini Original eksklusif yang tersedia di toko serba ada. (Baca juga: Pedas Renyah Balado Ayam Goreng Tepung).

Untuk membantu pelanggan terbiasa dengan paket tampilan baru, Nestlé mendorong orang untuk menggunakannya membuat crane kertas. Mereka dapat menulis pesan dan memberikannya kepada keluarga dan teman-teman tercinta. Fitur origami ini dinilai dapat mengajak masyarakat menggunakan kembali bahan-bahan daur ulang. Nestlé pun berharap dapat berekspansi ke produk lain.

Selain itu, di Jepang crane origami digunakan untuk mengucapkan semoga keluarga dan teman-teman beruntung dalam ujian dan dalam kehidupan kerja mereka.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak