Ahli Gizi Tanggapi Usulan Gibran Ganti Nasi dengan Mi di Makan Siang Gratis
Selasa, 06 Agustus 2024 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, penggunaan mi sebagai alternatif bukan masalah. Asalkan tidak dikonsumsi setiap hari dan dirotasi dengan sumber karbohidrat lain.
"Kan kalau itu menjadi selingan atau bergiliran. Misalnya hari ini jagung, besok nasi, ubi, berikutnya roti, mi, nasi lagi," jelas Prof Hardinsyah saat dihubungi SINDOnews, Selasa (6/8/2024).
"Bukan berarti setiap hari mi kan? Hanya sebagai bergiliran itu bagian dari keberagaman," lanjutnya.
Prof. Hardinsyah juga menekankan pentingnya melengkapi makanan tersebut dengan lauk-pauk yang bergizi seperti tempe, telur, ayam, dan ikan, serta susu jika memungkinkan. Ia menambahkan bahwa terigu yang digunakan dalam mi sudah diperkaya dengan vitamin dan mineral, yang membantu pemenuhan kebutuhan gizi.
Baca Juga: Waspada! Makan Mi Bersama Nasi Bisa Buat Organ Tubuh Rusak
"Misalnya hari ini tempe sama telur, besok tempe sama ayam. Lusa lagi ikan sama telur. Kalau mampu ada susu," sarannya.
"Kan kalau itu menjadi selingan atau bergiliran. Misalnya hari ini jagung, besok nasi, ubi, berikutnya roti, mi, nasi lagi," jelas Prof Hardinsyah saat dihubungi SINDOnews, Selasa (6/8/2024).
"Bukan berarti setiap hari mi kan? Hanya sebagai bergiliran itu bagian dari keberagaman," lanjutnya.
Prof. Hardinsyah juga menekankan pentingnya melengkapi makanan tersebut dengan lauk-pauk yang bergizi seperti tempe, telur, ayam, dan ikan, serta susu jika memungkinkan. Ia menambahkan bahwa terigu yang digunakan dalam mi sudah diperkaya dengan vitamin dan mineral, yang membantu pemenuhan kebutuhan gizi.
Baca Juga: Waspada! Makan Mi Bersama Nasi Bisa Buat Organ Tubuh Rusak
"Misalnya hari ini tempe sama telur, besok tempe sama ayam. Lusa lagi ikan sama telur. Kalau mampu ada susu," sarannya.
Lihat Juga :