alexametrics

Red Fang Tutup RTS Yogya 2019, The Spirit of All Time Kian Bergaung

loading...
Red Fang Tutup RTS Yogya 2019, The Spirit of All Time Kian Bergaung
Red Fang menutup Road to Soundrenaline 2019 Yogyakarta dengan penampilan yang membakar adrenalin para penonton. Foto/SINDOnews/Wahyu Nugroho.
A+ A-
YOGYAKARTA - Red Fang sukses menutup rangkaian Road to Soundrenaline 2019 Yogyakarta dengan penampilan yang membakar adrenalin para penonton. Kuartet cadas asal Portland, Amerika Serikat itu menjadi penampil terakhir di gelaran yang berlangsung selama dua hari di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Minggu (18/8) malam.

Sebelumnya, Maliq & D'Essentials terlebih dahulu membawa audiens di JEC untuk bergoyang mengikuti irama lagu yang mereka mainkan.

Selain kedua band tersebut, hari kedua RTS Yogyakarta ini juga menyajikan performance dari beberapa band menarik lainnya, seperti Rubah di Selatan, Lizzie, Luise Najib, Natinson, Buktu, dan Popmiespoke.



Yogyakarta, yang menjadi kota kedelapan dari 19 kota RTS 2019, juga telah menghadirkan The SIGIT, FSTVLST, Elephant Kind, Dialog Senja, Tora, Sogan dan Prontaxan di hari pertama (17/8).

Seluruh penampil yang beraksi di atas panggung benar-benar menunjukkan aksi terbaiknya guna menyemarakkan RTS yang mengusung tema The Spirit of All Time. "Baik itu rangkaian kegiatan menuju Soundrenaline maupun festival utama di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali pada 7-8 September 2019, The Spirit of All Time merupakan semangat utama yang kami usung," ujar Music Curator Soundrenaline 2019, Widi Puradiredja di sela RTS Yogyakarta 2019, Minggu.

"Konsistensi Soundrenaline sebagai festival musik yang mewadahi berbagai musisi dan kreator progresif selama 17 tahun patut untuk dirayakan agar dapat terus menginspirasi. Setiap insan kreatif yang hadir, baik itu di RTS maupun Soundrenaline akan diajak untuk bebas berekspresi, selalu berprogres, dan berkolaborasi bersama melalui timeless festival experience," tutur penggebuk drum Maliq & D'Essentials tersebut.

Widi juga mengatakan bahwa RTS bukan hanya sekadar ajang menuju ke Soundrenaline. "Roots-nya itu di-treat sebagai event yang bisa memfasilitasi segala macam performance, baik itu local act, maupun pengisinya. Performer yang tampil juga memperlihatkan sedikit bocorannya," lanjutnya.

Pada tempat berbeda, The SIGIT melalui sang frontman Rektivianto Yoewono mengutarakan bahwa keikutsertaan bandnya di 7 kota RTS bakal dijadikan bekal dan pemanasan sebelum tampil di panggung Soundrenaline 2019 di GWK, Bali nanti.

The SIGIT tentu akan menyajikan daftar lagu yang berbeda dalam setiap kesempatan manggungnya. "Kita coba memasukkan lagu yang lama, banyak request juga sih. Lagu-lagunya itu-itu saja. Jadi sering ada perubahan aransemen selama latihan atau soundcheck. Lagunya jadi berbeda," ucapnya.

Sebagaimana tema yang diangkat Soundrenaline "The Spirit of All Time", Rekti menyahut jika hal itu layaknya perjalanan bandnya, bahkan The SIGIT juga memiliki lagu yang berjudul All The Time.

"The Spirit of All Time buat kita seperti perjalanan The S.I.G.IT bermusik, mulai nge-band, bikin lagu, dan 2006 merilis lagu. Dan sampai sekarang masih ada yang mendengarkan lagunya. Dari dulu memang pengin bikin lagu yang bisa dinikmati," terang Rekti.

Sementara, di antara band-band yang besar dan sering tampil di Soundrenaline, terdapat juga musisi baru yang bakal melakukan debut di festival musik yang diklaim sebagai yang terbesar di Asia Tenggara tersebut, salah satunya Natinson dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Band pengusung jenis musik folk itu menjadi salah satu local heroes yang berkesempatan unjuk gigi di RTS dan panggunh Soundrenaline. "Kami sangat beruntung bisa diberi kesempatan untuk keluar dari Makassar dan melihat bagaimana berbagai audiens dari kota berbeda dapat menikmati karya kami," kata vokalis utama duo Natinson, Nazar.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak