alexametrics

Gandeng Kemenpar, YPSI Gelar Ajang Penghargaan untuk Industri Spa

loading...
Gandeng Kemenpar, YPSI Gelar Ajang Penghargaan untuk Industri Spa
Ilustrasi. / Foto: Kementerian Pariwisata
A+ A-
JAKARTA - Industri spa terbaik di Tanah Air akan diberi penghargaan melalui ajang penghargaan bertajuk Spa & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 9 Septermber 2019 di Grand Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta.

Spa & Wellness Tourism Award 2019 Indonesia akan menganugerahkan lima kategori profesi, 17 kategori industri, dan tiga untuk duta spa Indonesia.Ketua Yayasan Pariwisata Spa Indonesia (YPSI), Trisya Suherman mengatakan, penghargaan ini terselenggara atas kerja sama dengan Kementerian Pariwisata sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku industri spa di Indonesia.
"Salah satu tolak ukur untuk bisa go internasional adalah membuat awards dan pemilihan duta wisata spa. Para pelaku industri dan terapis ini akan merasa bangga saat menerima penghargaan ini," kata Trisya.

Trisya Suherman juga mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut sebagai pemicu untuk memberikan kompetisi bagi para pelaku. "Award ini akan meningkatkan kualitas daya saing tenaga kerja bidang terapis spa dan meningkatkan kompetensi sertifikasi dan juga mendorong agar para terapis spa untuk memahami pentingnya profesional dan legalitas," ungkapnya.



Sementara, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengakui jika Indonesia memiliki potensi SDM yang luar biasa di sektor pariwisata. Terlebih industri spa masuk dalam 3 bidang industri pariwisata.

Standar usahanya diatur sesuai dengan Permenparekraf Nomor 24 Tahun 2014, produk spa memiliki delapan standar pengelolaan spa di dalamnya.

"Pariwisata kita sedang jadi pembicaraan dunia karena tingkat pertumbuhan, peluang tenaga kerja, dan devisa bagi negara jumlahnya luar bisa signifikan," papar Arief Yahya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak