alexametrics

FUREC Dapat Daur Ulang Sampah Plastik Jadi Produk Rumah Tangga

loading...
FUREC Dapat Daur Ulang Sampah Plastik Jadi Produk Rumah Tangga
Ilustrasi.
A+ A-
JAKARTA - FUREC (Fully Recyclable) dicanangkan sebagai standar kemasan plastik nasional yang ramah lingkungan. Formulasi plastik FUREC dikembangkan melalui kolaborasi dengan beberapa pelaku industri daur ulang, sehingga terciptalah kemasan plastik ramah lingkungan dengan tingkat daur ulang mencapai 90 persen.

Dengan dukungan dari pemerintah terhadap standarisasi FUREC, diharapkan sampah plastik dapat ditekan hingga dibawah 1 juta ton per tahun.

Standarisasi kemasan FUREC juga akan semakin mendukung target pemerintah untuk dapat meningkatkan pengolahan suatu produk yang sudah tidak terpakai dan hanya menjadi sampah (no-value) untuk disulap oleh industri daur ulang sebagai produk rumah tangga (value-added product).



"Dengan standar FUREC, sampah plastik dapat didaur ulang menjadi produk-produk rumah tangga seperti kursi, gantungan baju, ember, dan produk lainnya yang dapat dijual kembali ke masyarakat," ucap Pencetus Konsep FUREC, Kris Widjaja saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (21/8).

"Hal tersebut bisa menjadi solusi yang telah lama kita tunggu untuk mengatasi masalah sampah plastik Indonesia yang begitu besar," lanjutnya.

FUREC juga bekerjasama dengan food innovation dan knowledge hub pertama di Indonesia, Accelerice untuk mengedukasi para pelaku usaha makanan dan minuman Indonesia agar menyadari pentingnya memilih dan menggunakan kemasan plastik yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Mengganti kemasan plastik yang tidak ramah lingkungan menjadi kemasan plastik yang dapat didaur ulang sesuai dengan standar FUREC, merupakan langkah awal untuk mengatasi menumpuknya sampah plastik di Indonesia. Selain itu, kemasan plastik berlogo FUREC juga akan memudahkan pengepul untuk mengidentifikasi dan memilah sampah plastik yang dapat didaur ulang.

"Di samping menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan, menggunakan kemasan plastik berstandar FUREC juga dapat menggerakkan roda perekonomian, di mana dapat menciptakan lapangan kerja di bidang industri daur ulang, yang diperkirakan dapat menyerap 528 ribu orang tenaga kerja," pungkas Kris Widjaja.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak