alexametrics

Yogyakarta Berdayakan Andong untuk Tarik Wisatawan

loading...
Yogyakarta Berdayakan Andong untuk Tarik Wisatawan
Yogyakarta memberdayakan andong untuk menarik wisatawan mancanegara datang. Jumlah turis yang mengunjungi Yogyakarta meningkat setiap tahun dan 50% mengunjungi Malioboro. Foto/Istimewa.
A+ A-
YOGYAKARTA - Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan keindahan alamnya dan Wonderful Indonesia telah menjadi inisiatif berkelanjutan dari Kemeterian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata di berbagai belahan bumi Indonesia.

Beragam cara menarik dilakukan untuk menarik turis mancanegara. Setelah sebelumnya diluncurkan GrabBajay di Jakarta, GrabBetor di Medan, dan GrabBentor di Gorontalo, Menpar sangat mengapresiasi inisiatif Grab untuk mendukung peningkatan kualitas moda transportasi lokal ikonik di Yogyakarta yang dapat memberikan pengalaman baru dan unik bagi wisatawan.

“GrabAndong dengan dukungan teknologi, semakin banyak wisatawan yang mengunjungi destinasi kawasan Malioboro dan Yogyakarta,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.



Kementerian Pariwisata melalui mitra co-branding Wonderful Indonesia Grab, memberdayakan transportasi lokal ikonik yaitu GrabAndong yang dinilai mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan datang ke Yogyakarta.

Menpar Arief bersama Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi telah meresmikan secara langsung GrabAndong bersamaan dengan Malioboro Night Festival 2019 di Jalan Malioboro, akhir pekan lalu.

“Harapannya, dengan dukungan teknologi, semakin banyak wisatawan yang mengunjungi destinasi ini,” ujar Arief. (Baca juga: 5 Cara Menggunakan Es Dalam Rutinitas Kecantikan).

Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X menambahkan, Yogyakarta tidak cuma menawarkan keindahan dari lokasi-lokasinya, tapi keunikan moda transportasi sehingga membuat wisatawan semakin berkesan.

“Yogyakarta juga menawarkan andong sebagai salah satu transportasi utama yang memikat wisatawan. Sehingga wisatawan yang datang memiliki kenangan tersendiri saat ke Yogyakarta,” jelas Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sementara, berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta semakin meningkat setiap tahun. Pada 2017, rata-rata jumlah wisatawan mencapai 435.775 orang, di mana sekitar 50% mengunjungi kawasan Malioboro.

“Dengan semakin membludaknya jumlah turis ini, tentu bisa dimanfaatkan untuk mendorong potensi penggunaan andong sebagai transportasi penunjang,” tandas Sri Sultan Hamengkubuwono X.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak