7 Infeksi Kulit yang Bisa Tertular di Tempat Gym, Nomor 6 Virus Bertahan Seumur Hidup
Rabu, 14 Agustus 2024 - 21:40 WIB
loading...
A
A
A
Gejala impetigo tidak langsung terlihat setelah pengidap terinfeksi. Umumnya, gejala baru terlihat setelah 4 sampai 10 hari sejak pengidap mengalami paparan bakteri untuk pertama kali.
Seperti yang diketahui, impetigo disebabkan oleh bakteri. Menurut laman Siloam Hospital, bakteri penyebab impetigo dapat berkembang dalam kondisi panas dan lembab. Itulah sebabnya, impetigo di Indonesia bisa terjadi sepanjang waktu. Berbeda dengan kejadian impetigo di negara 4 musim yang lebih banyak terjadi pada musim panas.
Jenis bakteri yang dapat menyebabkan impetigo adalah Streptococcus dan Staphylococcus. Bakteri ini bisa menular melalui kontak langsung dengan penderita atau penggunaan barang secara bersama-sama. Infeksi juga lebih mudah menular bila ada luka terbuka, misalnya luka goresan.
Kutu air memang biasanya ditemui di tempat yang lembab. Ketika di area gym, jamur ini akan tumbuh di tikar gym yang sudah bertumbuh jamur. Kutu air juga bisa semakin cepat tertular pada kaki, ketika kaki dalam kondisi basah karena keringat dan langsung menginjak karpet tersebut.
Menurut beberapa sumber, jenis infeksi jamur tinea ini biasanya menempel pada peralatan olahraga, lantai, hingga kursi sehingga penularan infeksi ini bisa sangat mudah terjadi. Selain itu, ketika kulit penderita infeksi jamur bergesekan atau kontak antarkulit, maka hal itu juga bisa menjadi sarana penularan.
Gejala ringworm sama seperti infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur, yaitu kulit akan terasa gatal, mengalami kemerahan, dan memiliki tekstur bersisik. Namun, yang membedakan ringworm dari infeksi lain adalah bagian luar permukaan kulit yang terkena ringworm akan membentuk garis membulat seperti bentuk cincin.
Seperti yang diketahui, impetigo disebabkan oleh bakteri. Menurut laman Siloam Hospital, bakteri penyebab impetigo dapat berkembang dalam kondisi panas dan lembab. Itulah sebabnya, impetigo di Indonesia bisa terjadi sepanjang waktu. Berbeda dengan kejadian impetigo di negara 4 musim yang lebih banyak terjadi pada musim panas.
Jenis bakteri yang dapat menyebabkan impetigo adalah Streptococcus dan Staphylococcus. Bakteri ini bisa menular melalui kontak langsung dengan penderita atau penggunaan barang secara bersama-sama. Infeksi juga lebih mudah menular bila ada luka terbuka, misalnya luka goresan.
3. Athlete’s Foot
Athletes foot atau yang dikenal dengan kutu air adalah infeksi kulit yang biasa disebabkan oleh jamur. Kutu air umumnya adalah infeksi jamur yang ditemukan di sela jari kaki. Gejala kutu air ditandai dengan sela jari kaki yang memerah, terasa gatal, dan bersisik.Kutu air memang biasanya ditemui di tempat yang lembab. Ketika di area gym, jamur ini akan tumbuh di tikar gym yang sudah bertumbuh jamur. Kutu air juga bisa semakin cepat tertular pada kaki, ketika kaki dalam kondisi basah karena keringat dan langsung menginjak karpet tersebut.
4. Ringworm
Ringworm atau kadas adalah infeksi kulit yang juga disebabkan oleh jamur. Ringworm bisa menginfeksi di berbagai bagian tubuh, tetapi yang paling sering adalah di telapak kaki dan di kulit kepala.Menurut beberapa sumber, jenis infeksi jamur tinea ini biasanya menempel pada peralatan olahraga, lantai, hingga kursi sehingga penularan infeksi ini bisa sangat mudah terjadi. Selain itu, ketika kulit penderita infeksi jamur bergesekan atau kontak antarkulit, maka hal itu juga bisa menjadi sarana penularan.
Gejala ringworm sama seperti infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur, yaitu kulit akan terasa gatal, mengalami kemerahan, dan memiliki tekstur bersisik. Namun, yang membedakan ringworm dari infeksi lain adalah bagian luar permukaan kulit yang terkena ringworm akan membentuk garis membulat seperti bentuk cincin.
Lihat Juga :