Festival Golo Koe Jadi Wisata Religi Pertama di Labuan Bajo yang Masuk KEN 2024
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 23:50 WIB
loading...
A
A
A
Umat yang menggunakan busana adat Manggarai berupa songke, baju kemeja putih, selendang, dan atribut lainnya mewarnai perarakan patung Bunda Maria.
Banyak wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara yang terlihat menyaksikan prosesi ini. Dalam prosesi tersebut, patung Bunda Maria diarak menggunakan kapal pinisi di perairan Labuan Bajo.
Ribuan orang kemudian mengarak patung ini ke Gua Maria di Golo Koe, sekitar tujuh kilometer dari Pelabuhan Marina Waterfront. Karnaval budaya ini berpuncak pada tari kolosal Bunda Maria Assumpta Nusantara.
Sandiaga berharap wisata religi yang dihadirkan dalam Festival Golo Koe bisa menopang pariwisata Labuan Bajo. Wisatawan yang datang ke Labuan Bajo tidak hanya bisa melihat komodo atau menikmati keindahan alam, namun juga menyaksikan wisata religi pada Festival Golo Koe.
Baca Juga: Kemenparekraf Targetkan 1,5 Miliar Pergerakan Wisatawan Nusantara di 2024
"Ini wisata religi yang kami harapkan akan menopang pariwisata Labuan Bajo yang fokusnya kepada komodo dan alam, tapi nanti ada juga wisata religinya yang banyak mendatangkan wisatawan nusantara," tutur Sandiaga.
Sandiaga juga mengungkapkan, Festival Golo Koe merupakan impian Presiden Joko Widodo yang menjadi kenyataan di destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo. Selain menawarkan wisata religi, festival yang digelar setiap tahun sejak 2022 itu membuka ruang bagi partisipasi UMKM.
![Festival Golo Koe Jadi Wisata Religi Pertama di Labuan Bajo yang Masuk KEN 2024]()
Sandiaga Uno saat menutup Festival Golo Koe 2024 di Pelabuhan Marina Waterfront, Labuan Bajo, NTT, Kamis (15/8/2024). Foto/Istimewa
Tahun ini ada 170 UMKM yang terlibat dalam Festival Golo Koe, sehingga menurut Sandiaga, event itu ikut mendorong Labuan Bajo menjadi destinasi kelas dunia.
Banyak wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara yang terlihat menyaksikan prosesi ini. Dalam prosesi tersebut, patung Bunda Maria diarak menggunakan kapal pinisi di perairan Labuan Bajo.
Ribuan orang kemudian mengarak patung ini ke Gua Maria di Golo Koe, sekitar tujuh kilometer dari Pelabuhan Marina Waterfront. Karnaval budaya ini berpuncak pada tari kolosal Bunda Maria Assumpta Nusantara.
Sandiaga berharap wisata religi yang dihadirkan dalam Festival Golo Koe bisa menopang pariwisata Labuan Bajo. Wisatawan yang datang ke Labuan Bajo tidak hanya bisa melihat komodo atau menikmati keindahan alam, namun juga menyaksikan wisata religi pada Festival Golo Koe.
Baca Juga: Kemenparekraf Targetkan 1,5 Miliar Pergerakan Wisatawan Nusantara di 2024
"Ini wisata religi yang kami harapkan akan menopang pariwisata Labuan Bajo yang fokusnya kepada komodo dan alam, tapi nanti ada juga wisata religinya yang banyak mendatangkan wisatawan nusantara," tutur Sandiaga.
Sandiaga juga mengungkapkan, Festival Golo Koe merupakan impian Presiden Joko Widodo yang menjadi kenyataan di destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo. Selain menawarkan wisata religi, festival yang digelar setiap tahun sejak 2022 itu membuka ruang bagi partisipasi UMKM.

Sandiaga Uno saat menutup Festival Golo Koe 2024 di Pelabuhan Marina Waterfront, Labuan Bajo, NTT, Kamis (15/8/2024). Foto/Istimewa
Tahun ini ada 170 UMKM yang terlibat dalam Festival Golo Koe, sehingga menurut Sandiaga, event itu ikut mendorong Labuan Bajo menjadi destinasi kelas dunia.
Lihat Juga :