alexametrics

Studi: Wisata Kapal Pesiar Bisa Atasi Stres dan Tidur Buruk

loading...
Studi: Wisata Kapal Pesiar Bisa Atasi Stres dan Tidur Buruk
Stres kerap berpengaruh pada tidur. Masalah lainnya, saat berlibur, masih banyak yang tidak bisa tidur nyenyak karena masih membawa beban pikiran. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Salah satu perusahaan pelayaran terbesar dan terkemuka di dunia, Princess Cruises bekerja sama dengan badan riset Wakefield Research, merilis riset tahunan kedua Relaxation Survey untuk Indonesia. Hasilnya, orang Indonesia sangat mengalami tekanan stress, dimana 82% pengikut riset mengemukakan bahwa mereka kesulitan tidur karena selalu ada kemungkinan untuk membawa beban pikiran berlebihan ketika liburan.

Tren ini terus berlanjut dari tahun lalu, dimana angka tercatat setinggi 83%. Kebiasaan tidur buruk tidak bermula atau berakhir dengan liburan. Kondisi tidur tidak cukup adalah masalah umum karena 1 dari 3 orang Indonesia tidak mendapatkan tidur cukup. Kebiasaan sebelum tidur dapat menjadi salah satu penyebab, karena sekitar 16% minum air panas berkafein (kopi) sebelum tidur, sehingga mengganggu kepulasan tidur.

Dokter spesialis tidur terkemuka dunia, Dr. Michael Breus mengatakan bahwa riset ini menggarisbawahi pentingnya membiasakan diri untuk tidur nyenyak setiap malam, terlebih lagi ketika liburan.



“Tidur adalah kegiatan sensori penting bagi keseluruhan panca indera. Tidur memampukan tubuh pulih dari ketegangan mental dan fisik. Kurangnya pengelolaan stres menjadi penyebab utama sulit tidur,” kata Dr. Breus.

“Dengan begitu banyaknya orang Indonesia kesulitan tidur nyenyak ketika liburan, salah satu solusinya adalah dengan terus menjaga kebiasaan tidur sehari-hari. Berolahraga tidak boleh berhenti walaupun sedang berlibur. Dan mematuhi jam tidur secara konsisten akan memberikan tidur lelap,” tambah dia.

Hasil menarik lainnya dari riset ini menyebut bahwa orang-orang sering menggunakan rutinitas yang memberi isyarat kepada tubuh mereka bahwa sudah waktu untuk tidur. Banyak yang memilih camilan atau minuman.

Survei menemukan bahwa makanan sebelum tidur yang paling umum untuk orang Indonesia adalah produk dairy, seperti susu (43 persen), diikuti oleh sesuatu yang manis seperti kue kering atau kue basah (27 persen) dan minuman panas tanpa kafein (24 persen). Anehnya, sekitar 16 persen orang Indonesia akan tetap minum minuman berkafein panas seperti kopi atau teh sebelum tidur dan ini dapat menyebabkan tidur gelisah atau kurang tidur.

Meluangkan waktu istirahat adalah salah satu cara bagi orang dewasa untuk bersantai dan menghilangkan stres. Namun, sepertiga orang Indonesia usia bekerja (33 persen) tidak menggunakan semua jatah cuti mereka tahun lalu.

Orang Indonesia yang menikah atau dalam suatu hubungan lebih cenderung menggunakan semua jatah cuti mereka, kemungkinan karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan orang yang mereka cintai.

Anak-anak tampaknya memiliki energi tak terbatas yang pada akhirnya menjadikan orang tua mereka cepat lelah. Studi ini juga mengungkapkan bahwa orang tua yang bekerja memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengambil waktu rehat dari pada orang tua tidak bekerja, hanya untuk bersantai atau tidur saja — 96 persen orang tua aktif bekerja telah mengambil waktu rehat sejenak dibandingkan dengan 91 persen orang tua yang tidak bekerja.

Tahun lalu, Dr. Breus mengunjungi kota Jakarta untuk meluncurkan Princess Luxury Bed yang beliau kembangkan bersama dengan Princess Cruises. Lebih dari 45.000 ranjang mewah ini sekarang ada di lebih dari 22.000 kamar kabin di 17 kapal pesiar mewah Princess Cruises.

Selain itu, bagi mereka yang tinggal di kamar suite, para tamu disediakan perlengkapan tidur bernama Sleep Kit yang terdiri dari barang-barang yang mendukung kondisi tidur pulas, seperti kabut linen, produk mandi beraroma teduh, peneduh mata, serta buklet saran tidur lelap.

“Para tamu Indonesia dapat merasakan pengalaman tidur pulas di ranjang mewah Princess Luxury Bed di atas kapal pesiar mewah Princess Sapphire yang akan berbasis di Singapura mulai dari Desember 2019 hingga Maret 2020, atau dimanapun di dunia dengan kapal pesiar Princess baik di Jepang, Australia, Eropa, Kepulauan Karibia, Amerika Serikat dan/atau Kanada. Pengalaman tidur lelap di ranjang mewah kami semakin akan mendorong pengalaman tidur malam nyenyak sehingga Anda sebagai turis menjadi semakin segar untuk kegiatan hari berikutnya," ungkap Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises.

Agar tidur lebih lelap, Dr. Breus mengatakam matahari pagi menjadi penting. Menurutnya, berada di luar ruangan dan di bawah sinar matahari selama 15 menit setiap pagi setelah bangun tidur akan membantu mengatur produksi melatonin, hormon tidur. Jam tubuh internal beroperasi dengan jadwal 24 jam dan berfungsi paling baik saat Anda terpapar pola pancaran terang dan gelap secara teratur.

Selain itu penting juga untuk melatih dan membiasakan waktu "Power-Down". Selama 20 menit pertama, selesaikan semua tugas yang mutlak harus dilakukan sebelum tidur. Kemudian, selama 20 menit berikutnya, cuci muka, gosok gigi, dan kenakan baju tidur. Lalu, 20 menit terakhir, berbaringlah di tempat tidur dengan tenang dan bermeditasi. Fokus pada ritme pernapasan dan jauhkan pikiran negatif apapun selama periode ini.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak