alexametrics

Sutradara Film Joker: Kalian Tidak Bisa Mengalahkan Marvel!

loading...
Sutradara Film Joker: Kalian Tidak Bisa Mengalahkan Marvel!
Sutradara Joker Todd Phillips mengakui franchise Marvel Cinematic Universe (MCU) sangat sulit dikalahkan sehingga dia menciptakan formula khusus untuk Joker. (Venice Film Festival)
A+ A-
Marvel Cinematic Universe (MCU) terbukti menjadi salah satu franchise terbesar dan tidak bisa dihentikan dalam sejarah sinema. Selama 11 tahun, sudah ada hampir 2 lusin film yang mereka rilis. Film-film superhero ini juga saling terkait satu sama lain dengan masing-masing film mendapatkan pujian baik dari para penggemar dan kritikus.

Di sisi lain, pesaing berat mereka dari DC Comics, DC Extended Universe (DCEU), punya nasib lain. Franchise ini kurang sukses dalam membangun semesta bersama di layar lebar. Sementara film seperti Batman v Superman: Dawn of Justice dan Suicide Squad berhasil meraup banyak uang di box office, film-film ini bukanlah favorit sebagian penggemar mereka. DC pun harus putar otak untuk bisa kembali merebut hati para penggemarnya dan membuat persaingan dengan MCU tidak lagi berat. Salah satunya adalah dengan membuat film solo yang tidak terlalu atau sama sekali tidak terkait satu sama lain.

Usaha ini dimulai DC dengan Joker yang akan tayang di bioskop sebentar lagi. Warner Bros. Pictures dan DC memang berharap banyak pada film ini. Apalagi, sutradara Joker, Todd Phillips, punya pemikiran tersendiri dalam membuat film unik tentang penjahat gila itu yang ada di dunia yang sama sekali tidak terkait DCEU.



“Kalian tidak bisa mengalahkan Marvel—itu adalah raksasa besar. Jadi, mari kita lakukan sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan,” ujar Todd yang dikutip Comic Book.

Lebih jauh, Todd tidak hanya menciptakan fim yang bebas ikatan terhadap dunia yang lebih besar seperti film Marvel. Dia juga menciptakan sebuah thriller berating R yang menawarkan skenario intensif dan tema lebih gelap dari kompetitornya.

“Kalian ingin menyapu bersih orang ini sampai kalian tidak bisa lagi menyapunya,” kata Todd.

Pemeran Joker, Joaquin Phoenix, adalah seorang fan buku komik. Namun, dia menolak tawaran untuk memerankan peran Doctor Strange di MCU beberapa tahun lalu. Dia kemudian memilih untuk tidak mengklarifikasi mengapa dia menolak tawaran itu.

“Saya tidak benar-benar peduli tentang genrea atau ukuran dananya, yang seperti itu. Tapi, apakah ada pembuat film yang punya visi unik,” ucap Joaquin.

Joker punya sedikit kaitan dengan film komik terhadap nama-nama seperti Thomas Wayne—ayah Bruce Wayne/Batman—dan tentu saja Bruce atau kota Gotham. Film ini adalah kajian karakter yang menciptakan ceritanya sendiri untuk Arthur Fleck dan sebenarnya bisa berjalan dengan judul Arthur. Film ini, menurut Todd, terinspirasi dari film seperti Taxi Driver, Death Wish dan Kings of Comedy.

“Ini hanyalah intepretasi lain, seperti orang mengintepretasikan Macbeth,” kata Todd.

Joker baru akan mulai tayang di bioskop pada 2 Oktober mendatang. Meski begitu, film ini sudah ditayangkan di Venice International Film Festival dan Toronto International Film Festival (TIFF). Di Venice International Film Festival, film ini berhasil mendapatkan pujian dan memenangkan penghargaan tertinggi. Namun, tidak di TIFF.

Skor Joker di Rotten Tomatoes langsung terjun bebas setelah film itu tayang di TIFF. Di festival film yang digelar di Toronto, Kanada, itu, Joker justru mendapatkan banyak kritikan. Rating Joker di Rotten Tomatoes kini berada di angka 77% atau turun dari sebelumnya yang mencapai sekitar 90% atau dianggap Fresh. Jika angka itu tidak turun, maka film ini bisa mencapai status Certified Fresh yang berlaku bagi film yang meraih skor 75% dengan minimal 5 kajian dari kritikus top.

Sebelumnya, banyak kritikus yang memuji kalau Joker telah mengubah bagaimana mereka memandang film buku komik dan memberikan penampilan kelas Oscar dari Joaquin. Kritikus lain menyebut film itu lumayan. Namun, ada kritikus top yang menyebut film itu mudah ditebak dan buang-buang waktu.

Banyak penonton film bergantung pada skor Rotten Tomatoes untuk menentukan apakah film seperti Joker ini layak ditonton di bioskop atau cukup menontonnya di rumah dengan video sewaan. Namun, tanpa membaca seluruh review, persentasi yang ada meninggalkan banyak perbedaan yang mengulas film.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak