Kemenparekraf Optimistis Kunjungan Paus Fransiskus Membawa Berkah Wisatawan di Indonesia
Selasa, 27 Agustus 2024 - 00:01 WIB
loading...
Kemenparekraf optimistis kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia membawa berkah. Foto/ MPI
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI optimistis kedatangan Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024 mendatang bisa mendatangkan ‘berkah’ bagi industri pariwisata di Indonesia, khususnya Jakarta.
Salah satunya, berpotensi dalam mempengaruhi pergerakan wisatawan nusantara, mengingat kegiatan Paus Fransiskus di Indonesia akan berpusat di Jakarta. Diperkirakan akan ada sekira 8 juta umat Katholik yang hadir.
Seperti diketahui, Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura pada 2-13 September 2024. Indonesia akan menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Fransiskus, yaitu pada 3-6 September.
Dari Indonesia, Paus melanjutkan kunjungan ke Port Moresby (Papua Nugini) dan Vanimo dari 6-9 September 2024, Dili (Timor Leste) dari 9 hingga 11 September 2024 dan Singapura dari 11 hingga 13 September 2024.
“Yang jelas ini pasti akan terjadi pergerakan wisatawan nusantara. Karena beliau aktivitasnya di Jakarta. Dengan kurang lebih 8 juta umat Katolik di Indonesia akan ke sini,” ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, Nia Niscaya, dalam The Weekly Brief with Sandi Uno (WBSU) secara online, Senin (26/8/2024).
Nia menyebut, Kemenparekraf optimistis terhadap ketersediaan akomodasi para wisatawan mengingat agenda Paus sendiri berlangsung di momen ‘low season’. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PHRI dalam waktu dekat.
“Tapi paling tidak kita bisa melihat ini sudah agak low season sebetulnya. Jadi mudah-mudah. jam cukup lah kalau akomodasi. Tapi kami harus berkoordinasi dengan PHRI,” ungkapnya.
Salah satunya, berpotensi dalam mempengaruhi pergerakan wisatawan nusantara, mengingat kegiatan Paus Fransiskus di Indonesia akan berpusat di Jakarta. Diperkirakan akan ada sekira 8 juta umat Katholik yang hadir.
Seperti diketahui, Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura pada 2-13 September 2024. Indonesia akan menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Fransiskus, yaitu pada 3-6 September.
Dari Indonesia, Paus melanjutkan kunjungan ke Port Moresby (Papua Nugini) dan Vanimo dari 6-9 September 2024, Dili (Timor Leste) dari 9 hingga 11 September 2024 dan Singapura dari 11 hingga 13 September 2024.
“Yang jelas ini pasti akan terjadi pergerakan wisatawan nusantara. Karena beliau aktivitasnya di Jakarta. Dengan kurang lebih 8 juta umat Katolik di Indonesia akan ke sini,” ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, Nia Niscaya, dalam The Weekly Brief with Sandi Uno (WBSU) secara online, Senin (26/8/2024).
Nia menyebut, Kemenparekraf optimistis terhadap ketersediaan akomodasi para wisatawan mengingat agenda Paus sendiri berlangsung di momen ‘low season’. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PHRI dalam waktu dekat.
“Tapi paling tidak kita bisa melihat ini sudah agak low season sebetulnya. Jadi mudah-mudah. jam cukup lah kalau akomodasi. Tapi kami harus berkoordinasi dengan PHRI,” ungkapnya.
Lihat Juga :