alexametrics

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) Bisa Sebabkan Jerawat

loading...
Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) Bisa Sebabkan Jerawat
Ada beberapa penyebab umum jerawat seperti usia, ketidakseimbangan hormon, polusi dan kebersihan, tapi jerawat juga bisa menjadi gejala umum penyakit tertentu. (Specialist Clinics of Australia)
A+ A-
JAKARTA - Jerawat merupakan masalah kulit yang sangat umum. Jerawat kecil sekali atau dua kali dalam seminggu, atau muncul ketika memulai haid merupakan hal yang biasa yang dapat terjadi pada wanita, remaja pria dan beberapa pria. Meski tidak bermasalah secara fisik, namun jerawar dapat menimbulkan sensasi rasa menyakitkan jika dipenuhi oleh nanah atau kista.

Dilansir dari Times Now News, selain itu, jerawat juga dapat menyebabkan menurunnya kepercayaan diri hingga dapat mengintimidasi penderitanya. Meskipun ada beberapa penyebab umum jerawat seperti usia, ketidakseimbangan hormon, polusi dan kebersihan, tapi jerawat juga bisa menjadi gejala umum sebuah penyakit tertentu.

Jika Anda menderita kondisi ini untuk waktu yang lama, dan jika jerawat menyakitkan serta kistik, segeralah mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sementara, beberapa kondisi yang umumnya menyebabkan jerawat adalah sindrom ovarium polikistik atau PCOS.



PCOS merupakan kondisi hormonal yang menyebabkan pembesaran ovarium pada wanita, dan kista kecil dapat terbentuk di tepi luar ovarium. Karena PCOS disebabkan oleh gangguan hormon, salah satu gejala umum PCOS adalah jerawat, yang merupakan akibat dari gangguan hormonal.

PCOS menyebabkan kelenjar pituitari memproduksi lebih banyak testosteron, yang dapat mencegah ovulasi dan menyebabkan jerawat, di antara gejala-gejala lainnya.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak